USD Terkoreksi, Rupiah Berakhir Menguat Tipis
Senin, 02 November 2015 - 16:55 WIB
USD Terkoreksi, Rupiah Berakhir Menguat Tipis
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir menguat tipis di tengah terkoreksinya USD terhadap yen dan euro.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.669/USD. Posisi ini menguat 15 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.684/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.696/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi sebelumnya di level Rp13.694/USD.
Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada Rp13.663/USD, dengan kisaran harian Rp13.566-Rp13.780/USD. Posisi tersebut negatif 85 poin dibanding posisi akhir pekan lalu di Rp13.578/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.682/USD, terdepresiasi 43 poin dari posisi kemarin di Rp13.639/USD.
Sementara USD jatuh pada hari ini karena risk appetite berkurang di tengah suramnya data manufaktur China, yang memberikan dukungan untuk euro dan yen.
Permintaan terhadap dua mata uang tersebut telah meningkat dalam beberapa kali, di tengah kekhawatirn tentang perlambatan ekonomi China, sehingga menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan stres pasar keuangan.
Hal itu memaksa Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunga AS. Sementara para pedagang mengatakan, beberapa investor menilai komentar Presiden ECB Mario Draghi mengenai kebijakan moneter tidak sangat dovish, meskipun imbal hasil obligasi Jerman mereda. Komentar tersebut membantu euro naik terhadap USD ke 1,10.
Euro menguat 0,3% menjadi 1,1035/USD dan 0,1% terhadap yen ke 132,80. USD tergelincir 0,1% terhadap yen menjadi 120,45. Indeks USD turun 0,2% menjadi 96,75.
"Komentar dari Draghi pada akhir pekan lalu sedikit lebih seimbang dan netral dari sebelumnya, yang memicu beberapa short-covering di euro. Data dari China juga mengecewakan dan kita melihat sedikit risk aversion karena itu," kata analis mata uang di Nomura Yujiro Goto, seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/11/2015).
Baca:
Deflasi Bikin Rupiah Rebound, Koreksi IHSG Berkurang
Mata Uang Komoditas Melemah, Rupiah Dibuka Kalah
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.669/USD. Posisi ini menguat 15 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.684/USD.
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.696/USD. Posisi ini mendatar dengan posisi sebelumnya di level Rp13.694/USD.
Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada Rp13.663/USD, dengan kisaran harian Rp13.566-Rp13.780/USD. Posisi tersebut negatif 85 poin dibanding posisi akhir pekan lalu di Rp13.578/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.682/USD, terdepresiasi 43 poin dari posisi kemarin di Rp13.639/USD.
Sementara USD jatuh pada hari ini karena risk appetite berkurang di tengah suramnya data manufaktur China, yang memberikan dukungan untuk euro dan yen.
Permintaan terhadap dua mata uang tersebut telah meningkat dalam beberapa kali, di tengah kekhawatirn tentang perlambatan ekonomi China, sehingga menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan stres pasar keuangan.
Hal itu memaksa Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunga AS. Sementara para pedagang mengatakan, beberapa investor menilai komentar Presiden ECB Mario Draghi mengenai kebijakan moneter tidak sangat dovish, meskipun imbal hasil obligasi Jerman mereda. Komentar tersebut membantu euro naik terhadap USD ke 1,10.
Euro menguat 0,3% menjadi 1,1035/USD dan 0,1% terhadap yen ke 132,80. USD tergelincir 0,1% terhadap yen menjadi 120,45. Indeks USD turun 0,2% menjadi 96,75.
"Komentar dari Draghi pada akhir pekan lalu sedikit lebih seimbang dan netral dari sebelumnya, yang memicu beberapa short-covering di euro. Data dari China juga mengecewakan dan kita melihat sedikit risk aversion karena itu," kata analis mata uang di Nomura Yujiro Goto, seperti dikutip dari Reuters, Senin (1/11/2015).
Baca:
Deflasi Bikin Rupiah Rebound, Koreksi IHSG Berkurang
Mata Uang Komoditas Melemah, Rupiah Dibuka Kalah
(rna)