Menkeu: Defisit Anggaran Tahun Depan Rp273 Triliun

Selasa, 03 November 2015 - 07:19 WIB
Menkeu: Defisit Anggaran...
Menkeu: Defisit Anggaran Tahun Depan Rp273 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintah bersama DPR telah mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 menjadi undang-undang. Dalam APBN 2016, terjadi defisit anggaran sebesar Rp273,2 triliun atau 2,15% dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyebutkan, dalam APBN 2016 disepakati pendapatan negara secara total Rp1.822,5 triliun, yang terdiri dari penerimaan pajak Rp1.546,7 triliun dan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Rp273,8 triliun.

Sementara itu, total belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp2.095,7 triliun, terdiri dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp784,1 triliun, belanja non K/L Rp541,4 triliun, transfer ke daerah dan dana desa Rp770,2 triliun, di mana dana desanya sebesar Rp47 triliun.

"Sehingga terjadi defisit anggaran Rp273,2 triliun atau 2,15% dari PDB kita," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Selain itu, dalam APBN 2016 pemerintah dan DPR juga menyepakati bahwa anggaran belanja K/L kembali lebih besar dibanding dana transfer ke daerah dan dana desa, seperti yang direncanakan pada Nota Keuangan 2016.

"Karena ada penurunan penerimaan, dan ada beberapa kebutuhan prioritas terutama di K/L, maka diputuskan belanja K/L menjadi kembali di atas transfer ke daerah," imbuhnya.

Namun yang perlu digarisbawahi, lanjut Menkeu, selisih antara dana transfer ke daerah dengan anggaran belanja K/L tahun depan hanya Rp14 triliun. Sementara pada APBN-P 2015 perbedaannya mencapai Rp130 triliun.

"Jadi artinya pemerintah sudah menunjukkan komitmen untuk memperkecil jarak antara K/L dengan transfer ke daerah, dalam rangka pelaksanaan desentralisasi fiskal," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
44 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
1 jam yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
10 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
10 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved