USD Menguat Tipis, Rupiah Dibuka Tumbang

Rabu, 04 November 2015 - 10:05 WIB
USD Menguat Tipis, Rupiah...
USD Menguat Tipis, Rupiah Dibuka Tumbang
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka tumbang setelah mata uang negara Paman Sam tersebut berhasil menguat tipis terhadap USD dan yen.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada Rp13.587/USD. Posisi tersebut melemah 48 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.539/USD.

Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.700/USD. Posisi ini terdepresiasi dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.583/USD.

Sedangkan rupiah berdasarkan data Bloomberg dibuka pada level Rp13.495/USD dan pada pukul 10.00 WIB bergeser ke Rp13.474/USD. Posisi ini positif dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.563/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.461/USD, terapresiasi 133 poin dari posisi kemarin di Rp13.594/USD.

Sementara USD menguat sedikit pada Rabu terhadap euro dan yen karena pada naiknya imbal hasil obligasi. Penurunan lebih lanjut pada harga susu dan data pekerjaan yang lembut mendorong dolar Selandia Baru sebagai pemain utama terburuk, sementara pandangan yang sedikit lebih optimistis terhadap perekonomian oleh Bank Sentral Australia (RBA) mendorong dolar Australia.

Indeks USD terakhir berada di 97,190, setelah naik 0,3% pada Selasa. Euro merosot ke 1,0965 setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi menegaskan bahwa pelonggaran moneter lebih lanjut kemungkinan dilakukan pada Desember 2015.

Terhadap yen, USD berada di atas 121,00, menarik diri dari level terendah 120,60. (Baca: Rupiah Diperkirakan Bergerak Mendatar)

"USD dan suku bunga AS naik tanpa katalis berita jelas. Obligasi A tenor 10 tahun meningkat dari 2,16% menjadi 2,22%, enam pekan tertinggi, meskipun harga pasar untuk kenaikan Fed rate pada Desember tetap di 50%," kata ahli strategi senior di Westpac Sean Callow, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (4/11/2015).

Dolar Australia naik ke level tertinggi dalam sepekan di atas 72 sen AS dan terakhir di 0,7184. Kenaikan ini terjadi setelah RBA mempertahankan suku bunga stabil. Sedangkan dolar Selandia Baru merosot terhadap USD ke 0,6656.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
5 menit yang lalu
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
2 jam yang lalu
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
3 jam yang lalu
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
3 jam yang lalu
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
4 jam yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
5 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved