Peringkat Kemudahan Berbisnis di RI Tak Membanggakan

Rabu, 04 November 2015 - 11:07 WIB
Peringkat Kemudahan...
Peringkat Kemudahan Berbisnis di RI Tak Membanggakan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, peringkat indeks kemudahan berbisnis (index of doing business) Indonesia di antara negara-negara lain di dunia masih tidak membanggakan. Saat ini, Indonesia berada di peringkat 109 dalam kemudahan berbisnis.

Dia mengatakan, indeks ini diukur bukan dari perkembangan perusahaan-perusahaan besar di Tanah Air, melainkan dilihat dari perkembangan usaha kecil menengah (UKM). Kendati peringkat tersebut sudah lebih baik dari tahun lalu yang berada di peringkat 114, namun hal itu belum cukup untuk dibanggakan.

"Kalau kita lihat indeks dari doing business antar negara, saya ingin mengingatkan itu ukurannya terhadap pengembangan usaha UKM bukan perusahaan besar. Jadi index of doing business mengukur kemudahan berusaha untuk UKM. Indonesia berada di ranking 109, itu tidak membanggakan sama sekali," katanya dalam Sosialisasi Implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Menurutnya, peringkat Indonesia tersebut ‎masih sedikit lebih baik dari beberapa negara kecil di ASEAN. Indonesia hanya kalah dari Vietnam yang berada pada peringkat 76.

"Kalau Malaysia ya jauh lebih tinggi dari Indonesia, di angka 17-18. Kalau Singapura nomor 1 di dunia," imbuh Darmin.

Melihat kondisi tersebut, sambung mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini, pemerintah perlu melakukan perbaikan di bidang UKM. Untuk itu, dalam beberapa bulan terakhir ini pemerintah gencar meluncurkan berbagai paket deregulasi dan debirokratisasi untuk mempermudah dunia usaha di Tanah Air.

"Agar jangan untuk berusaha saja sudah susah, dan itu sejatinya menyangkut masalah sederhana yaitu persoalan izin. Memang persoalan izin kelihatannnya sederhana, tapi itu mulainya dari RT/RW," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan...
CPI Rilis Dasbor Pembiayaan Listrik, Soroti Lonjakan Investasi EBT
Bijak Memilih, Berikut...
Bijak Memilih, Berikut Tips Aman Berinvestasi di Aset Digital
Daftar 14 Investasi...
Daftar 14 Investasi Ilegal yang Distop Satgas Waspada Investasi
Korban Dugaan Investasi...
Korban Dugaan Investasi Bodong Tanyakan Kelanjutan Kasusnya ke OJK
Penipuan Investasi Bodong...
Penipuan Investasi Bodong Dengan Kedok Investasi Beras
Thong Guan Industries...
Thong Guan Industries Bhd Investasi di KIT Batang Jawa Tengah
Berita Terkini
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
12 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
16 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved