Gas Masela Diprioritaskan untuk Kebutuhan Domestik

Rabu, 04 November 2015 - 15:01 WIB
Gas Masela Diprioritaskan...
Gas Masela Diprioritaskan untuk Kebutuhan Domestik
A A A
JAKARTA - Indonesia di masa mendatang akan sangat membutuhkan pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Karena itu, produksi gas/LNG dari lapangan Abadi, Blok Masela, yang berlokasi di lepas pantai Maluku akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Untuk Indonesia Timur, yang terdiri dari ratusan atau bahkan ribuan pulau, maka untuk menransportasikan gas/LNG tersebut maka pilihannya adalah menggunakan kapal-kapal LNG ukuran kecil ke pulau-pulau tersebut, yang nantinya diharapkan sudah memiliki Terminal Penerima dan Regasifikasi LNG (Floating/Onshore Storage and Regasification Unit).

"Menteri ESDM sudah mengatakan hal itu dan di dalam skenario kita untuk Indonesia Timur akan dibangun beberapa Terminal Penerima dan Regasifikasi LNG, baik di pantai maupun di darat. Karena itu, produksi gas/LNG dari lapangan Abadi, Blok Masela akan diprioritaskan untuk domestik," ungkap mantan Deputi Pengembangan SKK Migas Aussie Gautama di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Staf Ahli Direktur Utama Pertamina ini mengatakan dalam rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) lapangan Abadi, Blok Masela bahwa skenario pasokan tersebut sudah ada. Diproyeksikan pada 2024 ketika pengolahan gas di laut Masela mulai beroperasi (onstream) maka Indonesia akan mampu menyerap 1,9 juta ton per tahun (mtpa) LNG dari FLNG Masela.

"Silakan dikawal kalau nanti alokasi gas untuk domestik ini mau dinaikkan menjadi 60%-70% dari total produksi FLNG Masela. Untuk itu, ketersediaan infrastruktur gas di dalam negeri menjadi prasyaratan utama," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, Inpex corporation, Jepang, selaku operator blok Masela berencana mengembangkan dan memproduksi gas dari lapangan Abadi melalui kilang LNG terapung (Floating LNG) berkapasitas 7,5 mtpa. Biaya pengembangan lapangan gas diperkirakan sebesar USD14,8 miliar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minim Pengalaman, Kemampuan...
Minim Pengalaman, Kemampuan Inpex Kembangkan Blok Masela Diragukan
Proses Akuisisi Rampung,...
Proses Akuisisi Rampung, Pertamina dan Petronas Siap Sedot Gas di Blok Masela
Shell Akhirnya Lepas...
Shell Akhirnya Lepas Blok Masela ke Pertamina Jauh di Bawah Rp14,8 Triliun
Shell Cabut dari Proyek...
Shell Cabut dari Proyek Blok Masela, Inpex Resmi Cari Mitra Baru
Proyek Blok Masela Ikut...
Proyek Blok Masela Ikut Terganggu Imbas Covid-19
Shell Belum Mundur dari...
Shell Belum Mundur dari Blok Masella, Masih Hitung-hitungan
Berita Terkini
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
2 menit yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
11 menit yang lalu
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
47 menit yang lalu
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
1 jam yang lalu
Bahlil Pastikan Warga...
Bahlil Pastikan Warga Terdampak Proyek Blok Masela Bakal Dapat Ganti Untung
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Perkuat...
Pupuk Kaltim Perkuat Green and Smart Port, Dukung Daya Saing Industri dan Logistik
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved