Tekan Disparitas Harga, Kemenhub Luncurkan Angkutan Barang

Kamis, 05 November 2015 - 02:27 WIB
Tekan Disparitas Harga,...
Tekan Disparitas Harga, Kemenhub Luncurkan Angkutan Barang
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meluncurkan program angkutan berjadwal (freight liner) dalam upaya memenuhi pelayanan publik di sektor logistik. Program tersebut diharapkan bisa menurunkan harga barang di sejumlah daerah di wilayah timur Indonesia.

"Kami ingin mengurangi disparitas harga barang antara daerah produsen dan daerah konsumen. Kita tahu bahwa di wilayah barat banyak daerah industri, sementara di wilayah timur lebih banyak konsumennya, makanya dibutuhkan angkutan logistik yang menjangkau wilayah timur," kata Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, dalam peluncuran perdana penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Dia mengatakan, kementeriannya telah melakukan berbagai kajian mengenai tingginya harga barang di wilayah timur yang kerap hanya disinggahi oleh kapal logistik dalam rentang waktu satu hingga dua kali sepekan. "Bahkan ada masyarakat di sana bahkan tak tahu waktu-waktu kedatangan kapal," ucapnya.

Pada tahap awal, layanan tersebut akan memanfaatkan tiga trayek yang dioperasikan kapal Pelni. Ketiga rute tersebut antara lain Tanjung Perak-Tual-Fakfak-Kaimana-Timika-Kaimana-Fakfak-Tual-Tanjung Perak dengan menggunakan KM Caraka Jaya Niaga III-32. Tanjung Priok-Biak-Serui-Nabire-Wasior-Manokwari-Nabire-Serui-Biak-Tanjung Priok (KM Caraka Jaya Niaga III-22), serta rute Tanjung Priok-Kijang-Natuna-Kijang-Tanjung Priok (KM Caraka Jaya Niaga III-4).

Pengoperasian tiga kapal tersebut memanfaatkan dana public service obligation (PSO) kepada Pelni sebesar Rp30 miliar. Pemerintah sendiri, menyiapkan dana PSO untuk layanan tersebut sebesar Rp257 miliar. Namun baru bisa terlaksana pada November 2015.

"Nantinya akan disesuaikan. Untuk tahun depan, apabila Pelni siap, pemerintah akan memberikan dana PSO lebih besar dari tahun ini," terangnya.

Jonan menambahkan bahwa, pihaknya telah meminta PT Pelni untuk merealisasikan tiga trayek lain yang tahun ini belum bisa dilaksanakan.

“Diharapkan mulai Januari itu bisa enam rute. Kalau nanti Pelni bisa 12 rute yang kita coba 12 rute. Saya berharap rute-rute ini nantinya bisa diminati pelayaran swasta nasional. Kalau nanti ada yang berjadwal, kapalnya sesuai dengan kapasitas yang kami harapkan, nantinya rute PSO dipindahkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan, dengan adanya program angkutan barang berjadwal yang disubsidi oleh pemerintah ini, maka diperkirakan harga barang di daerah tujuan turun hingga 30%.

Menurut dia, dalam pelaksanaan program tersebut, Kementerian yang dipimpinnya hanya berperan sebagai koordinator dan pemasok muatan untuk menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok dan barang penting.

"Peluncuran perdana salah satu program tol laut ini, Kemendag berharap bisa bekerja sama dengan distributor dari wilayah Biak, Serui, Nabire Manokwari, Tual, Fakfak, dan Kaimana yang berangkat dari Pelabuhan Priok Jakarta atau di wilayah lain di Indonesia timur berdasarkan rute yang dibuka dari program ini," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkutan Laut Dibuka...
Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal
Jalankan Prinsip Pola...
Jalankan Prinsip Pola Kemitraan, Kemenhub Raih Penghargaan dari KPPU
Revitalisasi Terminal,...
Revitalisasi Terminal, Kemenhub Ingin Angkutan Massal Terintegrasi
Hapus Monopoli Jasa...
Hapus Monopoli Jasa Kepelabuhanan, Ditjen Hubla Teken Perjanjian Konsesi dengan PT LIS
Persiapkan SDM Unggul,...
Persiapkan SDM Unggul, Kemenhub Kini Punya Program Studi Magister Terapan
Insiden Trigana Air...
Insiden Trigana Air di Bandara Sentani, Kemenhub Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Berita Terkini
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
37 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
12 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved