Menaker: Buruh Jangan hanya Kuat di Jalanan

Sabtu, 07 November 2015 - 17:01 WIB
Menaker: Buruh Jangan...
Menaker: Buruh Jangan hanya Kuat di Jalanan
A A A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri meminta agar para buruh yang tergabung dalam serikat pekerja jangan hanya kuat di jalanan. Namun, para buruh juga harus kuat dalam memperjuangkan kenaikan upah dengan negosiasi secara bipartit di perusahaan.

"Upah minimum itu bagi pekerja yang bekerja kurang dari setahun. Yang sudah setahun ke atas harus dirundingkan bipartit. Di sinilah teman-teman serikat pekerja harus berperan dalam perundingan bipartit. Serikat pekerja harus kuat di perusahaan bukan di jalanan," katanya seperti dalam rilis yang diterima Sindonews di Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Dia mengatakan, penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengupahan bertujuan meningkatkan kesejahteraan pekerja dengan memastikan kenaikan upah buruh setiap tahun, dan memberikan kepastian penghitungan upah bagi perusahaan.

"Dari segi substansi sebenarnya PP Pengupahan itu sudah sangat adil. Memberikan kepastian upah pada dunia usaha, kepastian kenaikan upah bagi pekerja dan memberikan kepastian kepada yang belum bekerja agar bisa dapat pekerjaan dan memperbanyak lapangan pekerjaan," tutur dia.

Bagi buruh yang bekerja lebih dari 12 bulan, sambung Hanif, dalam PP Pengupahan juga diatur mengenai kewajiban perusahaan membuat struktur dan skala upah di perusahaan, di mana pengupahan itu mempertimbangkan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi.

Hanif menambahkan, peninjauan Komponen Hidup Layak (KHL) telah berdasarkan survei BPS yang menyatakan perubahan pola konsumsi masyarakat tiap lima tahun. Penggunaan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional juga dilakukan untuk menciptakan keadilan bagi semua daerah.

"Ini juga kan mempertimbangkan keadilan yang berlaku di semua daerah. Di situ kan sudah ada indikator dan variabel inflasi serta pertumbuhan ekonomi. Ada penyesuaian untuk mendorong daya beli dan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, sehingga kue pembangunan juga bisa dinikmati buruh," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Hadirkan Tokenized Stocks,...
Hadirkan Tokenized Stocks, Tokocrypto Perluas Akses ke Pasar Saham Global
18 menit yang lalu
Rachmat Gobel Meninggal...
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Menaker: Figur Teladan dalam Mengelola Perusahaan
22 menit yang lalu
Jasa Marga Dukung Implementasi...
Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
35 menit yang lalu
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved