Euro Menang Atas USD, Rupiah Berakhir Kalah
Senin, 09 November 2015 - 17:03 WIB
Euro Menang Atas USD, Rupiah Berakhir Kalah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir kalah, di tengah kemenangan euro terhadap USD karena aksi ambil untung (profit taking).
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.663/USD. Posisi ini ambruk 77 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.586/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.650/USD, dengan kisaran harian Rp13.570-Rp13.733/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 87 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.563/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.644/USD atau lebih buruk 101 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.543/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.683/USD, terdepresiasi 133 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.550/USD.
Sementara USD menjauh dari level tertinggi 6,5 bulan terhadap euro pada Senin karena investor mengambil untung, di tengah menguatnya USD setelah data pekerjaan AS mendukung spekluasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember tahun ini.
Satu-satunya mata uang utama yang melemah terhadap USD pada Senin adalah yen, yang mencapai titik terendah 2,5 bulan ke 123,495, turun 0,3%.
Euro turun tajam pada Jumat pekan lalu menjadi 1,07045/USD, terlemah sejak pertengahan April. Mata uang tunggal ini terjun hampir 6% dalam dua pekan sejak Bank Sentral Eropa menunjukkan akan memperluas program pembelian aset dan kemungkinan memangkas suku bunga deposito.
Tapi pada awal pekan ini, mata uang tunggal pulih sekitar 0,3% menjadi 1,0774/USD. Beberapa investor juga menggunakan risiko mata uang tunggal untuk mengambil keuntungan pada kepemilikan USD untuk membeli euro ketika melemah.
"Permintaan untuk euro, dalam hal uang riil, masih tinggi," kata ahli strategi mata uang di Brown Brothers Harriman Masashi Murata, seperti dilansir dari Reuters, Senin (9/11/2015).
Indeks USD naik setinggi 99,345 pada Jumat, posisi paling tinggi sejak pertengahan April lalu. Namun rebound-nya euro membuat USD turun sekitar 0,3% pada Senin menjadi 98,958. (Baca: Rupiah Siang Ini Memburuk, IHSG Kian Terpuruk)
Rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada pada level Rp13.663/USD. Posisi ini ambruk 77 poin dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.586/USD.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berada pada posisi Rp13.650/USD, dengan kisaran harian Rp13.570-Rp13.733/USD. Posisi tersebut terdepresiasi 87 poin dibanding posisi kemarin di Rp13.563/USD.
Rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.644/USD atau lebih buruk 101 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.543/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.683/USD, terdepresiasi 133 poin dari posisi akhir pekan kemarin di level Rp13.550/USD.
Sementara USD menjauh dari level tertinggi 6,5 bulan terhadap euro pada Senin karena investor mengambil untung, di tengah menguatnya USD setelah data pekerjaan AS mendukung spekluasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada Desember tahun ini.
Satu-satunya mata uang utama yang melemah terhadap USD pada Senin adalah yen, yang mencapai titik terendah 2,5 bulan ke 123,495, turun 0,3%.
Euro turun tajam pada Jumat pekan lalu menjadi 1,07045/USD, terlemah sejak pertengahan April. Mata uang tunggal ini terjun hampir 6% dalam dua pekan sejak Bank Sentral Eropa menunjukkan akan memperluas program pembelian aset dan kemungkinan memangkas suku bunga deposito.
Tapi pada awal pekan ini, mata uang tunggal pulih sekitar 0,3% menjadi 1,0774/USD. Beberapa investor juga menggunakan risiko mata uang tunggal untuk mengambil keuntungan pada kepemilikan USD untuk membeli euro ketika melemah.
"Permintaan untuk euro, dalam hal uang riil, masih tinggi," kata ahli strategi mata uang di Brown Brothers Harriman Masashi Murata, seperti dilansir dari Reuters, Senin (9/11/2015).
Indeks USD naik setinggi 99,345 pada Jumat, posisi paling tinggi sejak pertengahan April lalu. Namun rebound-nya euro membuat USD turun sekitar 0,3% pada Senin menjadi 98,958. (Baca: Rupiah Siang Ini Memburuk, IHSG Kian Terpuruk)
(rna)