Mafia Migas Dinilai Bisa Atur Tender

Selasa, 10 November 2015 - 17:13 WIB
Mafia Migas Dinilai...
Mafia Migas Dinilai Bisa Atur Tender
A A A
JAKARTA - Anggota DPR-RI Komisi VII, Kurtubi menuturkan, mafia migas bisa mengatur tender dan harga migas. Dia mengaku heran atas audit forensik Petral yang disebutkan tidak ada kerugian negara.

Menurutnya, jika audit forensik Petral tidak menemukan adanya kerugian negara, maka hal ini menunjukan bahwa auditor yang digunakan Pertamina tidak kredibel. (Baca: Audit Forensik Tak Hitung Kerugian Negara akibat Petral).

"Mestinya kerugian negara dengan adanya mafia migas bisa dihitung karena terbukti dari hasil audit, mafia bisa mengatur tender dan harga," kata Kurtubi, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Kurtubi juga mengkritik Menteri ESDM Sudirman Said yang menyebut hanya pihak ketiga sebagai dalang mafia. Karena tidak mungkin dalang tersebut dapat berbuat jika tidak dibantu internal Pertamina atau bahkan keterlibatan pemerintah.

"Audit tidak perlu dilihat untuk ditujukan kepada seseorang (pihak ketiga)," tegas dia. (Baca: Terungkap Ada Pihak Ketiga Mainkan Tender Petral).

Menurutnya, audit forensik Petral 2012-2014 bisa dijadikan sample untuk mengungkap mafia migas di tahun-tahun sebelum 2012 bahkan lebih jauh sebelumnya.

"Periode tersebut hanya penggalan sample yang diasumsikan mewakili populasi periode waktu yang lebih panjang ke belakang, mengingat mafia migas mungkin pemain-pemain berikut backingnya, itu-itu juga orangnya," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) ‎mengungkapkan, audit forensik yang dilakukan terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral) tidak menghitung kerugian negara yang ditimbulkan akibat proses tender pengadaan minyak mentah dan BBM lewat Petral.

Direktur Utama ‎Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, berdasarkan hasil laporannya auditor hanya menyebutkan adanya keterbatasan peserta tender pengadaan minyak mentah dan BBM saat anak usaha Pertamina tersebut masih aktif.

Selain itu, ada pengaruh dan intervensi pihak luar yang menyebabkan harga pembelian minyak lebih tinggi. "Beberapa pengaruh intervensi dari luar tadi menyebabkan harga (minyak) yang lebih tinggi," katanya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, kemarin.

Baca:

Soal Petral, Pertamina Akui Ada Pegawai Kurang Kooperatif

Tender di Petral Bikin Takut

Audit Forensik Temukan Kebocoran Rahasia Kasus Petral
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Petrogas Ltd Resmi Kelola...
Petrogas Ltd Resmi Kelola Blok Salawati di Papua Barat
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Go Green, Pertamina...
Go Green, Pertamina Targetkan Penurunan Emisi Karbon 34 Ribu Ton Per Tahun dari 5.000 PLTS GES
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
BP Energy Outlook 2025 Menyoroti...
BP Energy Outlook 2025 Menyoroti Prospek Energi di Era Perubahan Global
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved