Ical: Postur APBN 2016 Tidak Pro Rakyat

Rabu, 11 November 2015 - 23:35 WIB
Ical: Postur APBN 2016...
Ical: Postur APBN 2016 Tidak Pro Rakyat
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menilai postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang diajukan pemerintah kurang realistis dan belum mencerminkan politik anggaran yang pro rakyat.

"Belanja negara sebesar Rp2.095,7 triliun sementara penerimaan hanya Rp1.822,5 triliun. Pendapatan negara hanya mampu menutup pengeluaran pemerintah sebesar 87%," ujarnya saat membuka acara Seminar Membangun Indonesia di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Golkar memandang politik subsidi pemerintah masih condong pada subsidi energi. Dari total subsidi sebesar Rp183,6 triliun sebanyak 56% atau sekitar Rp102,1 triliun dialokasikan bagi subsidi energi.

Dia menilai subsidi non-energi, seperti subsidi PSO dan subsidi yang berdampak pada upaya peningkatan ketahanan pangan justru jumlahnya tidak terlalu signifikan. "Subsidi energi yang menikmati masyarakat berpenghasilan rendah hingga tinggi," jelasnya.

Ical mendorong agar pemerintah meningkatkan subsidi berupa Public Service Obligation (PSO)/sektor pelayanan publik guna meringankan beban masyarakat golongan bawah.

"Subsidi berupa PSO hanya Rp3,8 triliun. Padahal, subsidi ini kebanyakan bermanfaat bagi masyarakat miskin perkotaan," katanya.

Ical mengatakan, subsidi PSO umumnya berupa subsidi biaya transportasi sehingga akan sangat bermanfaat bagi publik jika ditingkatkan.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
APBN Defisit Rp104,2...
APBN Defisit Rp104,2 Triliun per Maret 2025
APBN Kuartal I 2025...
APBN Kuartal I 2025 Tetap Terjaga
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
1 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
2 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
2 jam yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
3 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
4 jam yang lalu
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved