BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI

Kamis, 04 Juni 2026 - 14:43 WIB
loading...
BI Respons Rupiah Tembus...
Bank Indonesia (BI) merespons pelemahan rupiah yang mencapai Rp18.000 per dolar AS. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara-negara kawasan di tengah meningkatnya tekanan global. Otoritas moneter memastikan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan guna menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental ekonomi domestik.

"Pelemahan nilai tukar masih dipengaruhi oleh tensi geopolitik Timur Tengah yang kembali tereskalasi dan menghambat prospek damai, sehingga mendorong harga minyak tetap tinggi dan meningkatkan risiko inflasi global serta arus dana keluar dari negara emerging. Selain itu kebutuhan domestik masih cukup besar sesuai dengan pola repatriasi dividen dan pembayaran ULN," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 12.52 WIB, rupiah tercatat melemah ke level Rp18.041 per dolar AS atau turun 0,41 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Tekanan terhadap mata uang domestik tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tingginya kebutuhan valas di dalam negeri.

Baca Juga: Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah

Destry menjelaskan, faktor eksternal masih menjadi pendorong utama pelemahan rupiah. Eskalasi konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia, yang pada gilirannya meningkatkan risiko inflasi global dan mendorong keluarnya aliran modal dari negara-negara berkembang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Rekomendasi
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Warga Surabaya Antusias...
Warga Surabaya Antusias Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved