Premi Bruto Asuransi Umum Rp42,3 Triliun

Selasa, 17 November 2015 - 07:01 WIB
Premi Bruto Asuransi...
Premi Bruto Asuransi Umum Rp42,3 Triliun
A A A
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan, premi bruto asuransi umum sampai kuartal III 2015 mencapai Rp42,3 triliun atau tumbuh 10% dibanding periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan terbesar pada premi bruto secara nominal dicapai oleh lini usaha asuransi harta benda dengan kenaikan sebesar Rp1,7 triliun.

"Pertumbuhan sebesar 10% masih berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,73% (secara akumulatif sebesar 4,71%)," ujar Ketua AAUI Yasril Y Rasyid di Jakarta, Senen (16/11/2015).

Sementara klaim bruto juga mengalami pertumbuhan sebesar 33,5% menjadi Rp21,9 triliun. Dia menyebutkan, peningkatan klaim tinggi tercatat pada lini usaha asuransi harta benda yang mencatatkan peningkatan klaim bruto sebesar Rp1,2 triliun. Diikuti lini asuransi pesawat udara yang mencatatkan peningkatan klaim sebesar Rp1,1 triliun.

Loss rasio kuartal III 2015 mencatat peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar 9,1% menjadi 41,7%.

"Dimana presentase terbesar tercatat pada lini usaha asuransi penerbangan dan satelit, yaitu sebesar 81,7% hal ini lebih disebabkan karena klaim pesawat udara yang dibayarkan pada periode ini," paparnya.
Sementara itu, premi bruto reasuransi umum sampai dengan kuartal III mencapai Rp5,2 triliun atau tumbuh sebesar 78,7% dibanding kuartal III 2014.

Menurutnya, pertumbuhan terbesar pada premi bruto secara nominal dicapai oleh lini usaha reasuransi harta benda dengan kenaikan sebesar Rp1,5 triliun. Sementara, klaim Bruto sampai dengan kuartal III tahun 2015, tercatat sebesar Rp1,8 triliun atau meningkat sebesar 30,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2014.

"Peningkatan klaim tinggi tercatat pada lini usaha reasuransi harta benda mencatatkan peningkatan klaim bruto sebesar Rp181 miliar, diikuti dengan lini reasuransi aneka yang mencatatkan peningkatan klaim sebesar Rp56 miliar," imbuhnya.

Direktur Utama AAUI Julian Noor menambahkan, sampai dengan akhir tahun, AAUI menargetkan premi asuransi bisa tumbuh sekitar 13%. Namun dengan syarat pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah Jokowi-JK bisa terealisasikan.

"Kita targetkan premi sampai akhir tahun bisa tumbuh 13%, asalkan PE yang dicanangkan pemerintah tercapai dengan realisasi proyek-proyek pemerintah juga tercapai," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi...
Pandemi Covid-19 Mempengaruhi Cara Masyarakat Dalam Memenuhi Kebutuhan Proteksi Diri
Daftar Rumah Sakit di...
Daftar Rumah Sakit di Jakarta yang Tidak Menerima BPJS Kesehatan
OJK Harus Tingkatkan...
OJK Harus Tingkatkan Regulasi untuk Menangani Kasus Gagal Bayar Asuransi Jiwa
Meneropong Potensi Besar...
Meneropong Potensi Besar Pasar Penjualan Asuransi Kecelakaan
Apa Pentingnya Punya...
Apa Pentingnya Punya Asuransi Kendaraan Ketika Mudik Lebaran?
BRINS Hadirkan Greensurance,...
BRINS Hadirkan Greensurance, Inovasi Terbaru Asuransi Ramah Lingkungan
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
59 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved