BI Rate Masih Terpaku di Level 7,5% dalam 10 Bulan
Selasa, 17 November 2015 - 17:24 WIB
BI Rate Masih Terpaku di Level 7,5% dalam 10 Bulan
A
A
A
JAKARTA - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) masih terpaku di level 7,50% dalam 10 bulan berturut-turut. Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan untuk mempertahankan BI rate, dengan suku bunga deposit facility 5,50% dan lending facility pada level 8,00%.
"RDG pada hari ini memutuskan pertahankan BI rate sebesar 7,5%," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa (17/11/2015).
BI meyakini, inflasi keseluruhan 2015 berada di bawah 4%, sedangkan current account deficit (CAD) sampai akhir tahun di angka 2%.
Agus menjelaskan, kondisi stabilitas makro ekonomi Indonesia relatif membaik dan ada peluang untuk melakukan pelonggaran stabilisasi moneter.
Pada 1 September lalu, BI menurunkan bunga giro wajib primer dari 8% menjadi 7,5% guna mendukung peningkatan ekonomi sejak kuartal III 2015.
Dia menyebutkan, pihaknya masih waspada menempuh kebijakan dengan masih adanya ketidakpastian pasar keuangan global
"Dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dari The Fed dan kebijakan Bank Eropa, Jepang, dan Tiongkok, maka BI akan tetap hati-hati menempuh langkah kebijakan moneter," katanya.
Ke depan, lanjut Agus, BI akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah agar menopang pertumbuhan ekonomi dan membuat sistem keuangan tetap terjaga.
"Ke depan BI akan koordinasi dengan pemerintah untuk menopang ekonomi lebih tinggi dan sistem keuangan yang tetap terjaga," pungkasnya.
Berikut suku bunga acuan selama 2015:
15 Januari 2015 7,75%
17 Februari 2015 7,50%
17 Maret 2015 7,50%
14 April 2015 7,50%
19 Mei 2015 7,50%
18 Juni 2015 7,50%
14 Juli 2015 7,50%
18 Agustus 2015 7,50%
17 September 2015 7,50%
15 Oktober 2015 7,50%
16 November 2015 7,50%
"RDG pada hari ini memutuskan pertahankan BI rate sebesar 7,5%," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa (17/11/2015).
BI meyakini, inflasi keseluruhan 2015 berada di bawah 4%, sedangkan current account deficit (CAD) sampai akhir tahun di angka 2%.
Agus menjelaskan, kondisi stabilitas makro ekonomi Indonesia relatif membaik dan ada peluang untuk melakukan pelonggaran stabilisasi moneter.
Pada 1 September lalu, BI menurunkan bunga giro wajib primer dari 8% menjadi 7,5% guna mendukung peningkatan ekonomi sejak kuartal III 2015.
Dia menyebutkan, pihaknya masih waspada menempuh kebijakan dengan masih adanya ketidakpastian pasar keuangan global
"Dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dari The Fed dan kebijakan Bank Eropa, Jepang, dan Tiongkok, maka BI akan tetap hati-hati menempuh langkah kebijakan moneter," katanya.
Ke depan, lanjut Agus, BI akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah agar menopang pertumbuhan ekonomi dan membuat sistem keuangan tetap terjaga.
"Ke depan BI akan koordinasi dengan pemerintah untuk menopang ekonomi lebih tinggi dan sistem keuangan yang tetap terjaga," pungkasnya.
Berikut suku bunga acuan selama 2015:
15 Januari 2015 7,75%
17 Februari 2015 7,50%
17 Maret 2015 7,50%
14 April 2015 7,50%
19 Mei 2015 7,50%
18 Juni 2015 7,50%
14 Juli 2015 7,50%
18 Agustus 2015 7,50%
17 September 2015 7,50%
15 Oktober 2015 7,50%
16 November 2015 7,50%
(dmd)