Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,4% Tahun Depan
Rabu, 18 November 2015 - 19:25 WIB
Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,4% Tahun Depan
A
A
A
JAKARTA - Center of Reform on Economics atau Core Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi RI pada tahun depan tumbuh di kisaran 5,2% hingga 5,4%. Sementara pada tahun ini perekonomian Indonesia hanya mampu tumbuh 4,7% (year on year/yoy).
Direktur Eksekutif Core Indonesia, Hendri Saparini mengatakan, konsumsi swasta akan kembali menjadi sumber utama pendorong ekonomi Indonesia. Di mana konsumsi swasta diperkirakan akan tumbuh 5,3% pada 2016.
"Ini lebih tinggi dibanding tahun ini yang hanya mencapai 5%," ujarnya dalam acara Core Economic Outlook 2016: Paving The Way for Greater Opportunities di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Di sisi lain, lanjut dia, konsumsi pemerintah juga berpotensi menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan ekonomi 2016 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6-7%. (Baca: BI Yakin Perbaikan Ekonomi Berlanjut Kuartal IV)
Sementara itu, Direktur Riset Core Indonesia Mohammad Faisal menuturkan, inflasi pada tahun depan diperkirakan cukup terjaga di level 4,5%. Hal ini didukung harga pangan yang stabil sejalan dengan masih rendahnya harga pangan global.
"Kapasitas produksi terpasang masih mampu memenuhi permintaan konsumsi tahun depan, yang diperkirakan hanya tumbuh marginal dan ekspektasi inflasi masyarakat juga diperkirakan akan menurun sejalan dengan kondisi perekonomian yang diperkirakan tumbuh marginal," imbuhnya.
Kendati demikian, lanjut Faisal, terdapat beberapa faktor yang berpotensi mendorong inflasi pada tahun depan, seperti inflasi barang-barang yang dikendalikan pemerintah (administered price) dipredikisi meningkat, dan potensi pelemahan kurs rupiah yang masih berkontribusi pada inflasi domestik. (Baca: ADB Juga Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2016)
"Menguatnya sentimen negatif terhadap perekonomian China dan adanya potensi Fed untuk menaikkan Federal Fund Rate juga akan menyebabkan nilai tukar rupiah berpotensi melemah di atas Rp14.000 per USD tahun depan," tandasnya.
Direktur Eksekutif Core Indonesia, Hendri Saparini mengatakan, konsumsi swasta akan kembali menjadi sumber utama pendorong ekonomi Indonesia. Di mana konsumsi swasta diperkirakan akan tumbuh 5,3% pada 2016.
"Ini lebih tinggi dibanding tahun ini yang hanya mencapai 5%," ujarnya dalam acara Core Economic Outlook 2016: Paving The Way for Greater Opportunities di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Di sisi lain, lanjut dia, konsumsi pemerintah juga berpotensi menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan ekonomi 2016 dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6-7%. (Baca: BI Yakin Perbaikan Ekonomi Berlanjut Kuartal IV)
Sementara itu, Direktur Riset Core Indonesia Mohammad Faisal menuturkan, inflasi pada tahun depan diperkirakan cukup terjaga di level 4,5%. Hal ini didukung harga pangan yang stabil sejalan dengan masih rendahnya harga pangan global.
"Kapasitas produksi terpasang masih mampu memenuhi permintaan konsumsi tahun depan, yang diperkirakan hanya tumbuh marginal dan ekspektasi inflasi masyarakat juga diperkirakan akan menurun sejalan dengan kondisi perekonomian yang diperkirakan tumbuh marginal," imbuhnya.
Kendati demikian, lanjut Faisal, terdapat beberapa faktor yang berpotensi mendorong inflasi pada tahun depan, seperti inflasi barang-barang yang dikendalikan pemerintah (administered price) dipredikisi meningkat, dan potensi pelemahan kurs rupiah yang masih berkontribusi pada inflasi domestik. (Baca: ADB Juga Revisi Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2016)
"Menguatnya sentimen negatif terhadap perekonomian China dan adanya potensi Fed untuk menaikkan Federal Fund Rate juga akan menyebabkan nilai tukar rupiah berpotensi melemah di atas Rp14.000 per USD tahun depan," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :