Jatam: Polemik Freeport Banyak Dimainkan di Ruang Gelap

Kamis, 19 November 2015 - 16:09 WIB
Jatam: Polemik Freeport...
Jatam: Polemik Freeport Banyak Dimainkan di Ruang Gelap
A A A
JAKARTA - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menilai, polemik yang terjadi dalam rencana perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia menjadi bukti bahwa transaksi pengelolaan sumber daya alam (SDA) banyak dimainkan di ruang gelap dan sarat korupsi.

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said yang menyikap adanya pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) oleh pimpinan DPR Setya Novanto, untuk meminta saham kepada raksasa tambang Amerika Serikat (AS) tersebut. (Baca: Luhut Akui Banyak Desakan Perpanjang Kontrak Freeport)

"‎Terkait dengan kasus ini (Freeport), sebenarnya kan juga semakin menegaskan bahwa deal-deal atau transaksi terkait pengelolaan SDA banyak dimainkan di ruang gelap yang sarat akan korupsi dan gratifikasi, tidak terbuka pada media maupun publik," ujar Pengkampanye Jatam Ki Bagus Hadi Kusuma saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (19/11/2015).

Di sisi lain, lanjut Bagus, kisruh yang terjadi di Freeport juga tak terlepas dari sikap pemerintah yang tidak tegas dalam permasalahan renegosiasi kontrak karya (KK). Dalam kasus Freeport, pemerintah seakan tarik ulur dan memberikan harapan untuk perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Negeri Paman Sam tersebut. (Baca: RI Dapat Durian Runtuh jika Tak Perpanjang Kontrak Freeport)

"‎Padahal jelas perpanjangan baru bisa diurus dua tahun sebelum kontrak habis. Maka tidak heran, dengan tidak adanya kepastian dan sikap tegas dari pemerintah, banyak pihak yang ingin bermain dan mengambil keuntungan," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Harga Emas Antam Berkilau...
Harga Emas Antam Berkilau Sambut Akhir Pekan, Naik Rp17 Ribu jadi Rp2.650.000/Gram
28 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
1 jam yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
2 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
3 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
12 jam yang lalu
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
12 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved