Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi

Rabu, 23 Juli 2025 - 18:04 WIB
loading...
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - Kebijakan tarif impor tembaga sebesar 50% yang diberlakukan Amerika Serikat diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap hasil produksi smelter nasional. Langkah hilirisasi yang konsisten dan strategi diversifikasi pasar ekspor dinilai menjadi faktor utama yang memperkuat ketahanan industri tembaga dan tambang di Indonesia.

Riset dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bertajuk “Kajian Dampak Hilirisasi Industri Tambang terhadap Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan: Tembaga, Bauksit, dan Pasir Silika” mengungkapkan bahwa ketergantungan terhadap pasar tunggal seperti ke AS telah mulai berkurang seiring dengan keberhasilan Indonesia mendorong ekspor produk hilir ke berbagai negara.

Wakil Kepala Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEB UI, Nur Kholis mengatakan perluasan ekspor ke negara-negara baru dan penguatan perjanjian perdagangan bebas dinilai mampu mengurangi risiko ketergantungan pada pasar tertentu. Langkah ini juga memperkuat daya saing produk hilir Indonesia di kancah global.

”Perluasan kerja sama internasional akan membuka pasar ekspor baru dan investasi yang masuk ke Indonesia. Pemerintah saat ini menargetkan negara-negara di Eropa dan Afrika sebagai pasar ekspor dengan market yang besar,” kata Nur Kholis.

Tren positif ini tercermin dari peningkatan signifikan ekspor produk turunan tambang. Salah satunya adalah pasir silika yang meningkat dari US$3,54 juta pada 2021 menjadi US$58,61 juta pada 2023. Sementara itu, ekspor produk photovoltaic—komponen penting dalam teknologi energi terbarukan—menunjukkan lonjakan dari US$175,82 juta (2022) menjadi US$228,21 juta pada 2023.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Freeport Targetkan Produksi...
Freeport Targetkan Produksi Tambang Bawah Tanah Grasberg Pulih dalam Dua Pekan
Karyawan Freeport Indonesia...
Karyawan Freeport Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim Dhuafa
Freeport Kantongi Perpanjangan...
Freeport Kantongi Perpanjangan Izin di Grasberg, Indonesia Dapat Gratis Saham 12%
Izin Tambang Freeport...
Izin Tambang Freeport Diperpanjang hingga 2061, Porsi Saham RI Naik Jadi 63%
Izin Tambang Freeport...
Izin Tambang Freeport Diperpanjang 20 Tahun, Pemerintah Amankan Investasi Rp336 Triliun
Penembakan di Grasberg...
Penembakan di Grasberg Papua Tengah, Satu Karyawan Freeport Jadi Korban
Kontak Tembak dengan...
Kontak Tembak dengan KKB di KM 50 Area PT Freeport, 1 Prajurit TNI Gugur
TNI Evakuasi 18 Pekerja...
TNI Evakuasi 18 Pekerja Freeport yang Terjebak 3 Hari Akibat Gangguan OPM
Rekomendasi
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Hadapi Perubahan Dunia...
Hadapi Perubahan Dunia Kerja, Generasi Muda Perlu Dibekali Soft Skills Sejak Dini
Berita Terkini
Penerbangan Umrah Dipindah...
Penerbangan Umrah Dipindah Mulai 1 Juli 2026, Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
Purbaya Pede Harga BBM...
Purbaya Pede Harga BBM Pertamax Bakal Turun Efek Damai AS-Iran
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved