Freeport Sudah Gunakan Lobi Politik Sejak Zaman Soeharto

Minggu, 22 November 2015 - 06:11 WIB
Freeport Sudah Gunakan...
Freeport Sudah Gunakan Lobi Politik Sejak Zaman Soeharto
A A A
JAKARTA - Indonesia Resources Studies (IRESS) mengungkapkan, PT Freeport Indonesia kerap melakukan lobi-lobi politik untuk memuluskan jalan mengeruk tambang emas di Papua. Bahkan, lobi-lobi politik tersebut telah dilakukan sejak zaman Presiden Soeharto pada masa Orde Baru.

Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara mengatakan, perburuan rente yang dilakukan oleh oknum berkuasa di Tanah Air atau oleh perusahaan adalah hal biasa dan telah terjadi sejak dulu. (Baca: Ruang Gelap di Balik Tambang Freeport)

"Kelakukan Freeport yang melakukan banyak lobi dan berpotensi merugikan negara dari dulu sudah terjadi. Jadi dua pihak ini baik yang dituduh atau yang dianggap Freeport-nya itu sama saja," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Marwan, jika pemerintah serius ingin memperbaiki proses negosiasi dengan lobi politik tersebut maka yang terlibat harus diberi ganjaran. Selain itu, jika Freeport terindikasi melakukan pelanggaran maka juga harus dihukum. (Baca: Rizal Ramli: Kontrak Freeport Banyak Hengki Pengki)

"Pemerintah kalau niat mau baik, ya coba hilangkan cara-cara lama itu untuk bisa lebih transparan dan dalam negosiasi bisa menghasilkan yang lebih bermanfaat bagi negara," imbuhnya.

Selama ini, tidak dapat dipungkiri bahwa para elit di Indonesia kerap menggunakan kekuasaan dan berlaku korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) untuk memuluskan jalan Freeport. (Baca: RI Dapat Durian Runtuh jika Tak Perpanjang Kontrak Freeport)

"Itu tidak bisa dipungkiri. Dari zamannya Soeharto sudah ada. Iya, penguasa dan kontraktornya sama saja melanggar peraturan dan merugikan negara," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
25 menit yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
1 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
2 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
11 jam yang lalu
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
12 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved