Ini Dampak jika Kontrak Freeport Tak Diperpanjang
Minggu, 22 November 2015 - 11:01 WIB
Ini Dampak jika Kontrak Freeport Tak Diperpanjang
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Resources Studies (IRESS) membeberkan dampak yang akan terjadi jika kontrak PT Freeport Indonesia benar-benar tidak diperpanjang.
Hal ini menanggapi permintaan dari sejumlah pihak agar kontrak Freeport yang berakhir pada 2021 tidak lagi diperpanjang. Sementara kegiatan operasi pertambangan emas di Papua, diserahkan ke negara. (Baca: Ruang Gelap di Balik Tambang Freeport)
Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara menyebutkan, jika kontrak Freeport tidak diperpanjang maka dampak paling besar adalah terhadap lapangan kerja dan penerimaan negara yang selama ini disetor raksasa tambang Amerika Serikat (AS) tersebut. (Baca: BUMN Tak Akan Ambil Saham Freeport jika Kemahalan)
"Lapangan kerja, penerimaan negara akan turun. Kita harus mau berupaya mencari dana untuk investasi, tapi ya memang itu perlu pengorbanan. Sejauh mana kita siap untuk berkorban mencari dana dan kehilangan lapangan kerja bagi ribuan orang," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, belum lama ini. (Baca: Tuntaskan Kontrak Freeport, UU Minerba Harus Direvisi)
Menurutnya, jangan sampai ada lapangan kerja yang hilang atau terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) jika kontrak Freeport benar-benar dihentikan. Selain itu, negara berpotensi memiliki utang lebih banyak karena penerimaan negara turun. (Baca: RI Dapat Durian Runtuh jika Tak Perpanjang Kontrak Freeport)
"Maka mungkin pilihannya kita bisa melanjutkan sepanjang syarat yang kita minta dipenuhi. Kalau enggak ya jangan diperpanjang," tandasnya.
Hal ini menanggapi permintaan dari sejumlah pihak agar kontrak Freeport yang berakhir pada 2021 tidak lagi diperpanjang. Sementara kegiatan operasi pertambangan emas di Papua, diserahkan ke negara. (Baca: Ruang Gelap di Balik Tambang Freeport)
Direktur Eksekutif IRESS Marwan Batubara menyebutkan, jika kontrak Freeport tidak diperpanjang maka dampak paling besar adalah terhadap lapangan kerja dan penerimaan negara yang selama ini disetor raksasa tambang Amerika Serikat (AS) tersebut. (Baca: BUMN Tak Akan Ambil Saham Freeport jika Kemahalan)
"Lapangan kerja, penerimaan negara akan turun. Kita harus mau berupaya mencari dana untuk investasi, tapi ya memang itu perlu pengorbanan. Sejauh mana kita siap untuk berkorban mencari dana dan kehilangan lapangan kerja bagi ribuan orang," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, belum lama ini. (Baca: Tuntaskan Kontrak Freeport, UU Minerba Harus Direvisi)
Menurutnya, jangan sampai ada lapangan kerja yang hilang atau terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) jika kontrak Freeport benar-benar dihentikan. Selain itu, negara berpotensi memiliki utang lebih banyak karena penerimaan negara turun. (Baca: RI Dapat Durian Runtuh jika Tak Perpanjang Kontrak Freeport)
"Maka mungkin pilihannya kita bisa melanjutkan sepanjang syarat yang kita minta dipenuhi. Kalau enggak ya jangan diperpanjang," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :