Yuan Jatuh ke Level Terendah Tiga Bulan

Senin, 23 November 2015 - 11:16 WIB
Yuan Jatuh ke Level...
Yuan Jatuh ke Level Terendah Tiga Bulan
A A A
SHANGHAI - Yuan jatuh ke level terendah tiga bulan karena Bank Sentral China (PBOC) melemahkan suku bunga acuan yuan di tengah menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) dan kekhawatiran ekonomi China.

Pemilik Appaloosa Management David Tepper mengatakan, yuan dinilai terlalu tinggi dan perlu untuk dilemahkan. Komentarnya mengikuti pandangan serupa dari manajer hedge fund Crispin Odey, pendiri Odey Asset Management, yang memprediksi bahwa China akan mendevaluasi mata uanganya setidaknya 30%.

Sementara USD reli didukung oleh komentar dari pejabat Federal Reserve tentang prospek kenaikan suku bunga acuan (Fed rate) pada Desember mendatang.

Yuan menurun 0,07% menjadi 6,3894/USD pada 10.22 di Shanghai. Posisi itu jatuh ke 6,3955 sebelumnya, terendah sejak 28 Agustus. Di pasar offshore Hong Kong, mata uang tergelincir sebanyak 0,21% ke level terendah dua bulan dari 6,4352.

Bank sentral sebelumnya memangkas nilai harian mata uang yuan di pasar onshore, yang membatasi gerakan yuan 2%, dengan 0,14% ke 6,3867, terlemah sejak 31 Agustus.

"Semakin lemah perbaikan dan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi membebani yuan saat ini. Investor masih cukup bearish terhadap yuan mengingat fundamental ekonomi yang lemah," kata analis valuta asing di Bank of East Asia Ltd di Hong Kong Kenix Lai, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (23/11/2015).

Data manufaktur China, perdagangan dan pinjaman mata uang lokal Oktober membuntuti ekspektasi, menambah kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia tergelincir lebih dalam, bahkan setelah enam kali pemangkasan suku bunga pada tahun lalu.

Bank Rakyat China mengejutkan investor pada 11 Agustus dengan melakukan devaluasi mata uang dan beralih ke rezim perbaikan dengan berorientasi pasar.

Deputi Gubernur PBOC Yi Gang Yuan mengatakan, yuan akan lebih stabil dan berada pada tingkat yang wajar dan seimbang. Setelah itu diberikan status Special Drawing Rights (SDR) oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan pada 13 November bahwa stafnya telah merekomendasikan yuan dimasukkan dalam keranjang SDR, bersama dengan USD, euro, poundsterling dan yen. Keputusan akan membutuhkan persetujuan dari dewan eksekutif IMF, yang diperkirakan akan bertemu pada 30 November 2015.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
35 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved