Ini Alasan Bos Freeport Mangkir Rapat dengan DPR

Senin, 23 November 2015 - 12:42 WIB
Ini Alasan Bos Freeport...
Ini Alasan Bos Freeport Mangkir Rapat dengan DPR
A A A
JAKARTA - Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja Minerba Komisi VII DPR RI dengan Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot dan Direktur Utama PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin terpaksa dibatalkan. Karena, Bos Freeport tidak hadir dalam rapat tersebut.

RDP tersebut akan membahas mengenai perkembangan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian konsentrat (smelter) serta persoalan renegosiasi kontrak raksasa tambang Amerika Serikat (AS) yang kini jadi polemik. (Baca: Komisi VII DPR Berang Bos Freeport Mangkir Rapat).

Vice President Legal Freeport Clementino Lamury‎ mengatakan, ketidakhadiran Maroef Sjamsuddin dalam rapat tersebut karena saat menerima surat undangan dari DPR, Bos Freeport sedang berada di Jepang guna mengurus pembangunan smelter.

"Pada saat kami menerima surat (undangan DPR), memang posisi Presdir kami sedang berada di Jepang untuk smelter. Baru kembali Rabu (25/11/2015)," katanya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (23/11/2015).

‎Dia mengatakan, pimpinannya tersebut baru bisa menghadiri rapat dengan DPR RI setelah 4 Desember, karena pada 29 November 2015 hingga 4 Desember 2015 telah terjadwalkan acara di Papua.

"‎Terjadwal acara 29 November sampai 4 Desember di Papua. Mungkin di antara rentang hari itu, 26-29 November atau setelah 4 Desember kami akan bisa," jelasnya.‎

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VII DPR RI yang juga selaku pimpinan rapat Kardaya Warnika mengungkapkan bahwa agenda rapat dengan Bos Freeport sangat penting lantaran berkenaan tentang pembangunan smelter dan renegosiasi.‎ Sehingga dia meminta agar rapat bisa dipercepat sebelum 4 Desember 2015.

"Kalau hal sangat penting lalu baru dilakukan dua minggu lagi, maka seolah kita tidak mementingkan hal penting lagi. Kami mengerti ke Papua juga penting karena menyangkut kegiatan operasi, tapi DPR juga tidak kalah pentingnya. Dan rapat di sana di Papua itu kan dengan anak buah, jadi bisa digeser," tutur Kardaya.

Akhirnya, Komisi VII DPR RI dan Freeport sepakat untuk menggelar RDP tersebut pada 1 Desember 2015 pukul 13.00 WIB, dengan komitmen kehadiran Maroef Sjamsoeddin selaku Bos Freeport.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
23 menit yang lalu
Daftar 7 Negara OPEC+...
Daftar 7 Negara OPEC+ yang Buka Keran Minyak, Intip Angkanya
1 jam yang lalu
Dunia Tak Lagi Takut...
Dunia Tak Lagi Takut Ancaman Gejolak Selat Hormuz imbas Perang AS-Iran, Apa Rahasianya?
2 jam yang lalu
Kapal Tanker Pertamina...
Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Komitmen Jaga Pasokan Energi Nasional
11 jam yang lalu
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
12 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved