Rupiah Diramal Menguat, Waspadai Sentimen Negatif
Selasa, 24 November 2015 - 07:53 WIB
Rupiah Diramal Menguat, Waspadai Sentimen Negatif
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada hari ini diramal menguat, namun perlu tetap mewaspadai adanya sentimen dan jika kenaikan yang telah dibentuk tidak mampu bertahan.
"Dan rentan terjadinya pembalikan arah jika tidak didukung data-data positif nantinya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.665-Rp13.712/USD.
"Meski laju rupiah masih mampu berada di zona positif kemarin dan harapan akan kembali positifnya laju rupiah, namun tidak sepenuhnya diikuti sentimen yang ada terutama dari laju USD yang kembali menguat," jelas Reza.
Laju rupiah kemarin masih melanjutkan kenaikannya meski juga dibayang-bayangi penguatan USD terhadap sejumlah mata uang.
Seiring kembali melemahnya harga minyak mentah karena kekhawatiran masih melemahnya permintaan global. Terpantau laju EUR, GBP, CNY, CHF, dan lainnya cenderung mengalami pelemahan.
"Tidak terlalu khawatirnya imbas dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunganya bulan depan menunjukkan kekhawatiran tersebut mulai mereda," pungkasnya.
"Dan rentan terjadinya pembalikan arah jika tidak didukung data-data positif nantinya," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (24/11/2015).
Dia memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.665-Rp13.712/USD.
"Meski laju rupiah masih mampu berada di zona positif kemarin dan harapan akan kembali positifnya laju rupiah, namun tidak sepenuhnya diikuti sentimen yang ada terutama dari laju USD yang kembali menguat," jelas Reza.
Laju rupiah kemarin masih melanjutkan kenaikannya meski juga dibayang-bayangi penguatan USD terhadap sejumlah mata uang.
Seiring kembali melemahnya harga minyak mentah karena kekhawatiran masih melemahnya permintaan global. Terpantau laju EUR, GBP, CNY, CHF, dan lainnya cenderung mengalami pelemahan.
"Tidak terlalu khawatirnya imbas dari rencana The Fed yang akan menaikkan suku bunganya bulan depan menunjukkan kekhawatiran tersebut mulai mereda," pungkasnya.
(izz)