JK Singgung Independensi BI

Rabu, 25 November 2015 - 08:14 WIB
JK Singgung Independensi...
JK Singgung Independensi BI
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyinggung soal independensi Bank Indonesia (BI) sebagai mitra pemerintah terkait kebijakan moneter.
Dia mengatakan, kendati BI merupakan lembaga independen dan tidak bisa diintervensi, namun hubungan dengan pemerintah adalah independen dengan musyawarah.
Dalam Undang-Undang (UU) BI yang baru menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kebijakan moneter, BI harus pula mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah dalam bidang perekonomian.

"Tentu juga hubungan dengan pemerintah adalah independen dengan musyawarah. Kenapa? Karena UU BI khususnya setelah direvisi pada 2004 menjelaskan bahwa pasal 7 dalam pelaksanaan kebijkaan moneter harus mempertimbangakan kebijakan umum pemerintah bidang perekonomian," katanya dalam Pertemuan Tahunan BI 2015, di JCC, Jakarta, Selasa (24/11/2015) malam.

Di lain pihak, sambung JK, pemerintah juga wajib meminta pandangna BI dalam menjalankan kebijakannya, serta turut mengundang perwakilan BI dalam sidang kabinet.

"Itu UU menyatakan begitu. Sehingga yang dimaksud independen adalah independen dengan musyawarah. Tidak lepas dengan seperti itu karena sudah disampaikan dalam UU," imbuh dia.

Selama ini, baik pemerintah maupun BI memiliki cara berbeda untuk mengukur kondisi perekonomian dalam negeri. BI selalu mengukur keberhasilan dalam nilai tukar rupiah dan inflasi, sementara pemerintah mengukurnya dari keberhasilan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

"Bagaimana keseimbangan kedua ini? Di situ letaknya kita selalau berkoordinasi. Kita tak bisa masing-masing pihak menjalan secara independen. Karena diikat dalam UU BI harus dengarkan pemerintah dan BI harus dengarkan pemerintah," tegas JK.

Sebelum UU BI direvisi pada 2004, tambah dia, siapapun yang mencampuri urusan BI bisa dipidanakan dan masuk penjara selama dua tahun. Namun setelah UU tersebut direvisi, maka baik BI dan pemerintah harus saling mendengarkan pendapat masing-masing.

"Itulah inti daripada malam ini. Tadi saya sudah mendengarkan, sekarang giliran BI yang mendengarkan pemerintah. Supaya kita tidak salah paham," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
7 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
32 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
39 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
47 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved