IHSG Diprediksi Rebound Ditopang Aksi Beli
Selasa, 01 Desember 2015 - 07:57 WIB
IHSG Diprediksi Rebound Ditopang Aksi Beli
A
A
A
JAKARTA - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin yang cukup dalam, dapat dimanfaatkan untuk kembali melakukan aksi beli pada perdagangan hari ini, sehingga IHSG bisa naik (rebound).
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, hal itu akan terjadi dengan asumsi kondisi pasar cukup mendukung pembalikan arah naik dan didukung dengan sentimen positif lainnya.
"Dengan demikian, laju IHSG tinggal menyisakan utang gap di level 4.346-4.381," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.420-4.440 dan resisten 4.500-4.568. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.520-4.548 dan kembali gagal mendekati area target resisten 4.585-4.610.
"Meski banyak pihak terlihat panik dengan adanya pelemahan, namun kami tidak terlalu khawatir karena koreksi yang terjadi kemarin selain terimbas sentimen negatif juga telah menutup sisa utang gap di level 4.452-4.475," jelas Reza.
Bahkan di awal pekan pun laju IHSG tak terlalu menghiraukan adanya ekspektasi untuk pembalikan arah naik. Tampaknya memang tren IHSG cenderung untuk mengalami pelemahan sementara ini.
Apalagi di awal pekan, maraknya berita di berbagai media sosial terkait adanya rebalancing dalam MSCI Indonesia Index memicu banyak pelaku pasar untuk kembali profit taking.
Selain itu, pelemahan IHSG pun dipicu oleh imbas pelemahan sejumlah laju bursa saham Asia yang juga dibarengi dengan kembali berlanjutnya depresiasi rupiah seiring pelemahan euro terkait akan diluncurkannya program stimulus.
"Pelemahan laju rupiah turut didukung oleh transaksi asing yang kembali berjualan. Asing berbalik nett sell (dari net buy Rp229,84 miliar menjadi net sell Rp1,46 triliun)," pungkasnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, hal itu akan terjadi dengan asumsi kondisi pasar cukup mendukung pembalikan arah naik dan didukung dengan sentimen positif lainnya.
"Dengan demikian, laju IHSG tinggal menyisakan utang gap di level 4.346-4.381," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.420-4.440 dan resisten 4.500-4.568. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.520-4.548 dan kembali gagal mendekati area target resisten 4.585-4.610.
"Meski banyak pihak terlihat panik dengan adanya pelemahan, namun kami tidak terlalu khawatir karena koreksi yang terjadi kemarin selain terimbas sentimen negatif juga telah menutup sisa utang gap di level 4.452-4.475," jelas Reza.
Bahkan di awal pekan pun laju IHSG tak terlalu menghiraukan adanya ekspektasi untuk pembalikan arah naik. Tampaknya memang tren IHSG cenderung untuk mengalami pelemahan sementara ini.
Apalagi di awal pekan, maraknya berita di berbagai media sosial terkait adanya rebalancing dalam MSCI Indonesia Index memicu banyak pelaku pasar untuk kembali profit taking.
Selain itu, pelemahan IHSG pun dipicu oleh imbas pelemahan sejumlah laju bursa saham Asia yang juga dibarengi dengan kembali berlanjutnya depresiasi rupiah seiring pelemahan euro terkait akan diluncurkannya program stimulus.
"Pelemahan laju rupiah turut didukung oleh transaksi asing yang kembali berjualan. Asing berbalik nett sell (dari net buy Rp229,84 miliar menjadi net sell Rp1,46 triliun)," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :