IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.425-4.525
Selasa, 01 Desember 2015 - 08:19 WIB
IHSG Diperkirakan pada Kisaran 4.425-4.525
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tetap ada peluang rebound dari area support.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada kisaran 4.425-4.525," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen diawal pekan akan diramaikan oleh data kinerja sektor manufaktur dan jasa di China, Eropa dan Amerika Serikat.
"Dari dalam negeri akan diramaikan oleh tingkat inflasi bulanan dan tahunan dengan ekspetasi kembali membaik," jelas Reza.
Sementara, IHSG kemarin secara mengejutkan terjadi pelemahan cukup dalam pada pre-closing dengan ditutup minus 114,10 poin atau 2,50% di level 4.446,46.
Indeks sektor keuangan terlihat paling dalam mengalami pelemahan disaat investor asing pun tercatat net sell yang luar biasa pada akhir November sebesar Rp1.46 triliun.
"Sehingga total pada November 2015 ini capital out flow yang terjadi sebesar Rp4,25 triliun berbanding dengan November 2014 net buy sebesar Rp3,15 triliun. Hal tersebut tentu menjadi kekhawatiran tersendiri terhadap pergerakan harga saham di IHSG akhir tahun ini," pungkas dia.
"Dengan range pergerakan yang akan berada pada kisaran 4.425-4.525," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Lanjar menyampaikan, sentimen diawal pekan akan diramaikan oleh data kinerja sektor manufaktur dan jasa di China, Eropa dan Amerika Serikat.
"Dari dalam negeri akan diramaikan oleh tingkat inflasi bulanan dan tahunan dengan ekspetasi kembali membaik," jelas Reza.
Sementara, IHSG kemarin secara mengejutkan terjadi pelemahan cukup dalam pada pre-closing dengan ditutup minus 114,10 poin atau 2,50% di level 4.446,46.
Indeks sektor keuangan terlihat paling dalam mengalami pelemahan disaat investor asing pun tercatat net sell yang luar biasa pada akhir November sebesar Rp1.46 triliun.
"Sehingga total pada November 2015 ini capital out flow yang terjadi sebesar Rp4,25 triliun berbanding dengan November 2014 net buy sebesar Rp3,15 triliun. Hal tersebut tentu menjadi kekhawatiran tersendiri terhadap pergerakan harga saham di IHSG akhir tahun ini," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :