Bongkar Bobrok Freeport, Menteri ESDM: Kami Bukan yang Dulu Lagi

Selasa, 01 Desember 2015 - 19:51 WIB
Bongkar Bobrok Freeport,...
Bongkar Bobrok Freeport, Menteri ESDM: Kami Bukan yang Dulu Lagi
A A A
JAKARTA - Menteri ‎Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menegaskan pemerintahan Indonesia sudah berbeda dengan kondisi pada 30 hingga 40 tahun lalu sehingga menurutnya PT Freeport tidak bisa lagi menggunakan langkah-langkah kotor. Selama puluhan tahun melakukan kegiatan operasional mengeruk hasil bumi Indonesia, Freeport dikenal sebagai perusahaan yang kerap berkeliling ke politisi untuk memuluskan jalan mengeruk tambang di Papua.

(Baca Juga: JK: Kasus Freeport Skandal Terbesar di Indonesia)

Dia mengisahkan, sejak pertemuan perdananya dengan pimpinan Freeport pada November 2014, Sudirman menegaskan Indoesia sudah berbeda. "Kalau mengingat pertemuan saya dengan pemimpin Freeport pada November 2014, Pak Moffet (CEO Freeport McMoran) dan seluruh pimpinan Freeport saya minta tolong kepada mereka. Saya minta Anda lihatlah Indonesia tidak seperti anda masuk 30-40 tahun lalu," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (1/12/2015).

Sudirman juga menambahkan Freeport kini berhadapan dengan pemerintahan yang berbeda. Jika dulu Indonesia masih tidak memiliki ahli tambang, tidak memiliki peraturan hukum yang tegas, maka saat ini semua telah ada. Sehingga, raksasa tambang Paman Sam -julukan Amerika- ini tidak lagi bisa main-main dengan pemerintah Indonesia.

"‎Saya tidak ingin Anda berkeliling ke teman-teman politisi untuk menekan saya. This is not going to work (itu semua tidak akan berpengaruh). Saya ingin kajian profesional. Jika bertemu siapapun seolah akan memengaruhi ini suatu yang salah," tutur dia menirukan ucapannya saat berbincang dengan Bos Freeport.

Menurut mantan Bos Integrated Supply Chained (ISC) ini, hal tersebut harus disampaikannya lantaran melihat sejarah selama ini bahwa Freeport memang kerap meminta tolong kepada politisi untuk memuluskan jalan. "Mengapa saya sampaikan itu, kalau melihat dokumen yang ada, itulah yang terjadi selama ini. Sementara saya merasa diberi mandat presiden, selain mengelola sektor ini, juga harus ada inisiatif membersihkan sektor ini dari pemburu rente (uang)," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
8 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
8 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
9 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
9 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
9 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
10 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved