Pembiayaan Pemerintah Sebesar Rp605 Triliun Dibebani 3 Kewajiban

Senin, 07 Desember 2015 - 14:52 WIB
Pembiayaan Pemerintah...
Pembiayaan Pemerintah Sebesar Rp605 Triliun Dibebani 3 Kewajiban
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan menyatakan pembiayaan yang dibutuhkan pemerintah untuk tahun 2016 mencapai Rp 605,3 triliun. Dana besar yang dibutuhkan pemerintah untuk membiayai pembangunan dan berbagai program dalam memajukan perekonomian, disebabkan karena harus menjalankan 3 kewajiban.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan tiga kewajiban tersebut yakni Penyertaan Modal Negara (PMN), Refinancing (bayar utang jatuh tempo) dan menutup defisit APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) 2016.

"Pembiayaan kita mencakup 3 hal tadi. Lalu, kenapa kita punya defisit besar, pertama karena negara berkembang seperti Indonesia masih butuh belanja yang besar khususnya belanja modal dan infrastruktur," ucapnya di Jakarta, Senin (7/12/2015)

‎Maka nantinya jika defisit besar, maka belanja pemerintah juga besar. Belanja yang besar namun tidak dilengkapi dengan penerimaan yang besar, maka defisitnya juga akan besar. "Makannya kita mendorong PPP (public private partnership) agar mulai menyebarkan pemahaman bahwa tidak semua proyek infrastruktur dibangun oleh APBN dan APBD," sambungnya.

Ia juga berharap phak swasta berperan ikut membangun kesinambungan ‎dalam rangka belanja negara untuk program-program infrastruktur negara. Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dan swasta meskipun swasta saat ini masih takut dengan risiko.

"Tapi swasta takut dengan risiko. Karena itu harus ada intermediasi dengan PPP sehingga swasta dapat masuk serta bekerjasama dengan publik untuk membiayai infrastruktur. Risiko bisa diminimalkan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
17 menit yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
47 menit yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
12 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
12 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved