JK: BPK Tak Boleh Kalah Pintar dari Koruptor

Rabu, 09 Desember 2015 - 11:52 WIB
JK: BPK Tak Boleh Kalah...
JK: BPK Tak Boleh Kalah Pintar dari Koruptor
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, kejahatan di bidang keuangan termasuk korupsi terjadi saat ini lantaran keuangan negara semakin besar serta teknologi yang semakin tinggi.

Untuk itu, lembaga auditor seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus memiliki pengetahuan yang lebih baik dari para pelaku kejahatan tersebut.

Dia mengatakan, perlu ada peningkatan kapasitas dan pembangunan dari seluruh institusi di Indonesia untuk mengimbangi masalah-masalah di Tanah Air. Jika tidak, maka bukan tidak mungkin pelaku kejahatan keuangan tersebut lebih pintar dari institusi seperti BPK.

"‎Seperti tadi bahwa BPK itu karena anggaran kita makin besar, kemudian teknologi juga makin canggih, maka pengetahuan harus lebih baik daripada yang salah. Kalau orang korupsi lebih pintar daripada BPK, bahaya nih," katanya di Crown Plaza, Jakarta, Rabu (9/12/2015).

Selain itu, lanjut JK, dibutuhkan juga kerja sama antar negara terkait peningkatan kapasitas tersebut. Pasalnya, kejahatan antar negara tidak kalah banyaknya dari kejahatan yang terjadi di Tanah Air.

Menurutnya, masing-masing negara memiliki teknologi berbeda dalam menangani tindak kejahatan keuangan. Karena itu, belajar satu sama lain dan saling memahami satu sama lain menjadi satu keharusan.
Sebab, tanpa standar sama yang dimiliki masing-masing negara, Indonesia tidak bisa terhubung dalam pemeriksaan atau audit keuangan negara.

"‎Di samping itu, kita mengetahui bahwa kejahatan di bidang keuangan, juga dalam korupsi yang besar terjadi akibat keuangan negara makin besar dan teknologi makin tinggi. Karena itu, peningkatan kemampuan supreme auditor sangat diperlukan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DPR Sahkan Politikus...
DPR Sahkan Politikus Golkar Ahmadi Noor Supit Jadi Anggota BPK Periode 2022-2027
Sudah Jatuh Tempo, 16...
Sudah Jatuh Tempo, 16 Temuan LHP BPK Belum Ditindaklanjuti
Ada Apa, Laporan Keuangan...
Ada Apa, Laporan Keuangan KPU dan BSSN Tidak Dapat WTP dari BPK
Gantikan Wahyu Priyono,...
Gantikan Wahyu Priyono, Paula Henry Resmi Nahkodai BPK Sulsel
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas...
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas bagi Kalangan Muda
BPK Ungkap 6.011 Masalah...
BPK Ungkap 6.011 Masalah pada APBN 2021, Nilainya Capai Rp31,34 Triliun
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
5 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
5 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
6 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
6 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
6 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved