Soal Freeport, JK: Investasi yang Ada Harus Dijaga
Rabu, 09 Desember 2015 - 12:51 WIB
Soal Freeport, JK: Investasi yang Ada Harus Dijaga
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa pemerintah pada dasarnya memiliki tugas untuk menjaga kelangsungan investasi yang telah ada di Indonesia.
Hal ini menanggapi pernyataan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang menyebutkan bahwa jika kontrak Freeport tidak diperpanjang maka akan terjadi banyak masalah di Indonesia.
"Tentu investasi yang sudah ada harus kita jaga kelangsungannya," katanya di Crown Plaza, Jakarta, Rabu (9/12/2015).
Politisi Partai Golkar ini beralasan, pemerintah selama ini selalu ingin agar investor berbondong-bondong datang ke Tanah Air. Segala upaya dilakukan oleh para menteri bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar negara-negara di dunia tertarik berinvestasi di Indonesia.
(Baca Juga: DPR Dukung Jokowi Ambil Alih Aset Freeport)
Guna menarik minat investor asing ke Indonesia, maka sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menjaga kelangsungan investasi yang sudah ada di Indonesia.
"Ya, tentu saja kita sebagai pemerintah selalu ingin ada investasi. Presiden dan menteri-menteri datang ke suatu negara untuk undang investasi. Kalau suatu investasi tidak dijaga, bagaimana kita bisa undang investasi lain," tandasnya.
Hal ini menanggapi pernyataan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin yang menyebutkan bahwa jika kontrak Freeport tidak diperpanjang maka akan terjadi banyak masalah di Indonesia.
"Tentu investasi yang sudah ada harus kita jaga kelangsungannya," katanya di Crown Plaza, Jakarta, Rabu (9/12/2015).
Politisi Partai Golkar ini beralasan, pemerintah selama ini selalu ingin agar investor berbondong-bondong datang ke Tanah Air. Segala upaya dilakukan oleh para menteri bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar negara-negara di dunia tertarik berinvestasi di Indonesia.
(Baca Juga: DPR Dukung Jokowi Ambil Alih Aset Freeport)
Guna menarik minat investor asing ke Indonesia, maka sudah menjadi kewajiban bagi pemerintah untuk menjaga kelangsungan investasi yang sudah ada di Indonesia.
"Ya, tentu saja kita sebagai pemerintah selalu ingin ada investasi. Presiden dan menteri-menteri datang ke suatu negara untuk undang investasi. Kalau suatu investasi tidak dijaga, bagaimana kita bisa undang investasi lain," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :