Lacak Kerugian Negara, Petral Bakal Kembali Diaudit BPK

Rabu, 09 Desember 2015 - 14:00 WIB
Lacak Kerugian Negara,...
Lacak Kerugian Negara, Petral Bakal Kembali Diaudit BPK
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaku siap melakukan audit terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral) kembali. Sebelumnya, BPK telah melakukan audit terhadap anak usaha PT Pertamina (Persero) ini pada 2012-2013.

Kepala BPK Harry Azhar Azis mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah melihat beberapa data yang bisa dijadikan rujukan agar BPK untuk melakukan audit Petral lagi.‎

‎"Kita belum putuskan lagi apakah akan audit lagi ke Petral atau tidak, yang jelas sedang kita timbang-tibang apakah audit itu perlu lagi atau tidak," katanya di Crown Plaza, Jakarta, Rabu (9/12/2015).

Dalam audit yang dilakukan sebelumnya, sambung Harry pihaknya hanya mengaudit laporan keuangan Petral pada saat itu saja. Dalam hasil audit tersebut pun tidak ditemukan adanya indikasi kerugian negara akibat Petral.

(Baca Juga: JK: BPK Tak Boleh Kalah Pintar dari Koruptor)

Sebab itu jika dalam perkembangan informasi saat ini ditemukan adanya indikasi kerugian negara, maka memungkinkan bagi BPK untuk melakukan audit kembali. Setidaknya, ada dua skema BPK untuk melakukan audit ulang ke Petral. Pertama, yaitu atas inisiatif BPK melalui data-data yang ditemukan, kedua atas permintaan parlemen.

"Jadi sampai sekarang kita belum ada permintaan resmi dari DPR. Tapi tidak sekedar itu, kita bisa juga melihat situasi apabila ada data baru yang kita akan periksa maka kita ajukan dalam siang badan, kalau disetujui kita lakukan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
DPR Sahkan Politikus...
DPR Sahkan Politikus Golkar Ahmadi Noor Supit Jadi Anggota BPK Periode 2022-2027
Sudah Jatuh Tempo, 16...
Sudah Jatuh Tempo, 16 Temuan LHP BPK Belum Ditindaklanjuti
Ada Apa, Laporan Keuangan...
Ada Apa, Laporan Keuangan KPU dan BSSN Tidak Dapat WTP dari BPK
Gantikan Wahyu Priyono,...
Gantikan Wahyu Priyono, Paula Henry Resmi Nahkodai BPK Sulsel
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas...
BPK Gelar Edukasi Akuntabilitas bagi Kalangan Muda
BPK Ungkap 6.011 Masalah...
BPK Ungkap 6.011 Masalah pada APBN 2021, Nilainya Capai Rp31,34 Triliun
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
5 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
5 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
6 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
6 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
6 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved