Menteri Susi Target Tenggelamkan 100 Kapal di Akhir Tahun

Kamis, 10 Desember 2015 - 18:13 WIB
Menteri Susi Target...
Menteri Susi Target Tenggelamkan 100 Kapal di Akhir Tahun
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan pihaknya siap menenggelamkan 100 kapal eks asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal (illegal unreported unregulated/IUU fishing) sebelum tahun baru. Ini sebagai bentuk ketegasannya memberantas tindakan IUU fishing yang terjadi di Tanah Air.

Dia mengaku telah menginstruksikan satgas illegal fishing untuk melakukan pendataan terhadap kapal-kapal pencuri ikan yang telah atau belum disidangkan di pengadilan.

"Saya minta Satgas 115 untuk inventarisir baik yang sudah diproses persidangan untuk menyegerakan incrah maupun yang belum diproses pengadilan untuk segera ditenggelamkan di akhir tahun 2015," ujarnya di kantor KKP, Jakarta, Kamis (10/12/2015).

(Baca Juga: Susi Ceramahi Pejabat Dunia soal Perbudakan Sektor Perikanan)

Menurutnya, keputusan untuk menenggelamkan kapal-kapal tersebut sebelum tahun depan dengan alasan agar pihaknya dapat memulai 2016 dengan tidak ada lagi kapal pencuri ikan yang belum ditindak tegas.

"Saya ingin mulai 2016 sudah tidak ada kapal yang dalam proses incrah penyitaan. Ada 100-an lebih kapal. Dan seluruh pengadilan yang memiliki inventori kasus untuk segera lakukan incrah penyitaan dan segera tim lakukan penenggelaman," imbuh dia.

Selain itu, sambung dia, pihaknya telah memerintahkan satgas 115 untuk memperketat patroli di perairan-perairan yang terindikasi rawan akan tindak pencurian ikan.

"Saya memerintahkan satgas 115 untuk melakukan patroli di wilayah utara Sulawesi, Kalimantan, Papua, Maluku dan juga selatan Papua, Timor Leste, NTT, untuk melaksanakan penangkapan kapal asing yang beroperasi sekarang," jelas dia.‎

Menurutnya, kendati pemerintah telah menindak tegas para kapal pencuri ikan tersebut, namun hingga saat ini tetap saja masih ada kapal asing yang tetap membandel melakukan pencurian ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia terutama di wilayah Kalimantan Barat.

Bahkan, kapal-kapal tersebut terindikasi mendapatkan perlindungan aparat penegak hukum di wilayah tersebut.

"Indiksinya sekarang banyak di wilayah Kayong, Kalimantan Barat. Terindikasi kapal Thailand, beroperasi dengan indikasi ada yang mengatur, oknum aparat di pantai barat Kalimantan Barat. Saya mohon seluruh satgas untuk memantau seksama wilayah tersebut," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Susi Pudjiastuti Geram...
Susi Pudjiastuti Geram Disebut Keliru Oleh Hashim Djojohadikusumo
Penyelundupan Benih...
Penyelundupan Benih Lobster di Era Susi Pudjiastuti Dibongkar Effendi Gazali
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Bukan Soal Benih Lobster,...
Bukan Soal Benih Lobster, Trenggono Bakal Lanjutkan Mimpi Susi
Menteri Edhy Ogah Tenggelamkan...
Menteri Edhy Ogah Tenggelamkan Kapal Tangkapan, Susi Tepuk Tangan
Sandiaga Uno atau Susi...
Sandiaga Uno atau Susi Pudjiastuti, Siapa Dipilih Jokowi?
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
4 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
4 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
5 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
5 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
5 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved