Menteri Susi Ingin Uni Eropa Jatuhi Thailand Kartu Merah
Selasa, 15 Desember 2015 - 15:17 WIB
Menteri Susi Ingin Uni Eropa Jatuhi Thailand Kartu Merah
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap sektor perikanan Thailand mendapat kartu merah dari Uni Eropa (UE). Saat ini, Negeri Gajah Putih tersebut mendapatkan kartu kuning dari UE lantaran aksi pencurian ikan dan perbudakan anak buah kapal di perairan Indonesia.
Dia mengatakan, saat ini Thailand tengah kerja keras luar biasa untuk mengangkat kartu kuning yang dijatuhkan UE kepada mereka. Jika kartu kuning tersebut dicabut kembali, berarti mereka akan kembali mendapat pembebasan tarif bea masuk. (Baca: Kebijakan Susi Hantam Industri Perikanan Thailand).
"Sekarang ini Thailand sedang kerja keras luar biasa untuk mengangkat kartu kuning yang dijatuhkan kepada Thailand beberapa bulan lalu. Hampir kemarin UE meng-clearkan kembali. Kalau di-clear kan kembali berarti mereka 0% lagi (tarif). Ini yang kita tidak mau," katanya di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (15/12/2015).
Namun ternyata, Thailand kembali terlibat kasus perbudakan terhadap para pekerja di sebuah perusahaan pengolahan udang di Thailand. Sehingga, dia berharap Thailand justru mendapat hukuman lebih berat dengan dijatuhi kartu merah. (Baca: Susi Ceramahi Pejabat Dunia soal Perbudakan Sektor Perikanan).
"Dan ternyata Alhamdulillah ada berita perbudakan terjadi di perusahaan pengolahan udang di Thailand. Saya berharap mereka dapat kartu merah. Kalau dapat kartu merah, ya lebih baik lagi seafood kita. Sendirian nanti," terang Susi.
Sekadar informasi, UNI Eropa akhirnya menjatuhkan kartu kuning atau peringatan kepada Thailand terkait dengan aksi pencurian ikan dan perbudakan anak buah kapal di perairan Indonesia. Dengan sanksi tersebut, produk perikanan Negeri Gajah Putih dibatasi masuk ke pasar negara-negara Eropa.
Baca Juga:
Menteri Susi Target Tenggelamkan 100 Kapal di Akhir Tahun
Susi: Pelaku Illegal Fishing Tularkan Virus AIDS
Susi: Illegal Fishing Rugikan 800 Nelayan dan 115 Perusahaan
Dia mengatakan, saat ini Thailand tengah kerja keras luar biasa untuk mengangkat kartu kuning yang dijatuhkan UE kepada mereka. Jika kartu kuning tersebut dicabut kembali, berarti mereka akan kembali mendapat pembebasan tarif bea masuk. (Baca: Kebijakan Susi Hantam Industri Perikanan Thailand).
"Sekarang ini Thailand sedang kerja keras luar biasa untuk mengangkat kartu kuning yang dijatuhkan kepada Thailand beberapa bulan lalu. Hampir kemarin UE meng-clearkan kembali. Kalau di-clear kan kembali berarti mereka 0% lagi (tarif). Ini yang kita tidak mau," katanya di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (15/12/2015).
Namun ternyata, Thailand kembali terlibat kasus perbudakan terhadap para pekerja di sebuah perusahaan pengolahan udang di Thailand. Sehingga, dia berharap Thailand justru mendapat hukuman lebih berat dengan dijatuhi kartu merah. (Baca: Susi Ceramahi Pejabat Dunia soal Perbudakan Sektor Perikanan).
"Dan ternyata Alhamdulillah ada berita perbudakan terjadi di perusahaan pengolahan udang di Thailand. Saya berharap mereka dapat kartu merah. Kalau dapat kartu merah, ya lebih baik lagi seafood kita. Sendirian nanti," terang Susi.
Sekadar informasi, UNI Eropa akhirnya menjatuhkan kartu kuning atau peringatan kepada Thailand terkait dengan aksi pencurian ikan dan perbudakan anak buah kapal di perairan Indonesia. Dengan sanksi tersebut, produk perikanan Negeri Gajah Putih dibatasi masuk ke pasar negara-negara Eropa.
Baca Juga:
Menteri Susi Target Tenggelamkan 100 Kapal di Akhir Tahun
Susi: Pelaku Illegal Fishing Tularkan Virus AIDS
Susi: Illegal Fishing Rugikan 800 Nelayan dan 115 Perusahaan
(izz)
Lihat Juga :