Menteri ESDM: Blok Mahakam Ujian Berat Pertamina
Kamis, 17 Desember 2015 - 06:01 WIB
Menteri ESDM: Blok Mahakam Ujian Berat Pertamina
A
A
A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyampaikan pesan khusus kepada PT Pertamina (Persero) bahwa pelimpahan pengelolaan Blok Mahakam di Kalimantan Timur sebagai ujian berat bagi perusahaan.
Dia menuturkan bahwa alih kelola blok migas ini merupakan pertama kalinya dilakukan Pertamina. Untuk itu, perusahaan harus bertanggung jawab penuh dengan kepercayaan yang diberikan. Terlebih, Blok Mahakam merupakan wilayah pengoperasian migas yang kompleks dan berukuran besar, serta memiliki peran besar dalam produksi hulu.
"Ini (Blok Mahakam) operasi yang lumayan kompleks, besar ukurannya, dan sangat besar peranananya dalam produksi hulu. Ini ujian berat karena untuk pertama kali Pertamina terima transfer semacam ini," ujar Sudirman di Gedung Ditjen Kelistrikan, Jakarta, Rabu (16/12/2015).
Menurut mantan Bos Pindad ini, kuncinya adalah memastikan proses peralihan kelola dari existing operator dalam hal ini Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation dapat berjalan baik. Terlebih, pemerintah menilai kedua perusahaan itu merupakan operator Blok Migas yang memiliki komitmen tinggi dengan Indonesia.
"Kuncinya bagaimana masa transisi dikerjakan dengan baik. Dan, hanya kalau ada continuing dari transisi maka risiko disruption akan bisa diatasi. Kita melihat Total dan Inpex sebagai operator yang committed ke Indonesia. I think we will continue the partnership," tandasnya.
Dia menuturkan bahwa alih kelola blok migas ini merupakan pertama kalinya dilakukan Pertamina. Untuk itu, perusahaan harus bertanggung jawab penuh dengan kepercayaan yang diberikan. Terlebih, Blok Mahakam merupakan wilayah pengoperasian migas yang kompleks dan berukuran besar, serta memiliki peran besar dalam produksi hulu.
"Ini (Blok Mahakam) operasi yang lumayan kompleks, besar ukurannya, dan sangat besar peranananya dalam produksi hulu. Ini ujian berat karena untuk pertama kali Pertamina terima transfer semacam ini," ujar Sudirman di Gedung Ditjen Kelistrikan, Jakarta, Rabu (16/12/2015).
Menurut mantan Bos Pindad ini, kuncinya adalah memastikan proses peralihan kelola dari existing operator dalam hal ini Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation dapat berjalan baik. Terlebih, pemerintah menilai kedua perusahaan itu merupakan operator Blok Migas yang memiliki komitmen tinggi dengan Indonesia.
"Kuncinya bagaimana masa transisi dikerjakan dengan baik. Dan, hanya kalau ada continuing dari transisi maka risiko disruption akan bisa diatasi. Kita melihat Total dan Inpex sebagai operator yang committed ke Indonesia. I think we will continue the partnership," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :