Harga Minyak di Asia Terdongkrak Kenaikan Fed Rate
Kamis, 17 Desember 2015 - 09:58 WIB
Harga Minyak di Asia Terdongkrak Kenaikan Fed Rate
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak mentah berjangka di perdagangan Asia hari ini naik setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan (fed rate) dan angka resmi menunjukkan meningkatnya persediaan minyak Amerika Serikat (AS).
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 17 sen menjadi USD35,69 per barel pada pukul 01.00 GMT setelah kemarin sempat turun hampir 5%.
Minyak mentah brent untuk pengiriman Februari juga naik 17 sen menjadi USD37,56. Sementara, minyak patokan global turun USD1,34 menjadi USD37,39 pada sesi sebelumnya.
Data dari Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS pekan lalu meningkat karena impor ke Gulf Coast naik. Kondisi ini mengejutkan analis yang diharapkan persediaan menurun.
Data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah naik 4,8 juta barel pekan lalu mendekati rekor tertinggi. Sementara analis dalam jejak pendapat Reuters telah memperkirakan terjadi penurunan 1,4 juta barel.
Di sisi lain, produsen minyak yang tergabung dalam OPEC melihat kesempatan sedikit dari harga minyak kenaikan signifikan pada 2016, produksi minyak Iran bisa menambah pasokan berlimpah yang sedang berlangsung.
Seperti diketahui, The Fed akhirnya menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, sebagai tanda percaya bahwa ekonomi AS sebagian besar telah mengatasi bencana atas krisis keuangan 2007-2009.
Tarif US lebih tinggi, biasanya mendukung dolar sehingga membuat minyak dan komoditas lainnya dalam mata uang greenback lebih mahal, melemahkan permintaan.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 17 sen menjadi USD35,69 per barel pada pukul 01.00 GMT setelah kemarin sempat turun hampir 5%.
Minyak mentah brent untuk pengiriman Februari juga naik 17 sen menjadi USD37,56. Sementara, minyak patokan global turun USD1,34 menjadi USD37,39 pada sesi sebelumnya.
Data dari Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS pekan lalu meningkat karena impor ke Gulf Coast naik. Kondisi ini mengejutkan analis yang diharapkan persediaan menurun.
Data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah naik 4,8 juta barel pekan lalu mendekati rekor tertinggi. Sementara analis dalam jejak pendapat Reuters telah memperkirakan terjadi penurunan 1,4 juta barel.
Di sisi lain, produsen minyak yang tergabung dalam OPEC melihat kesempatan sedikit dari harga minyak kenaikan signifikan pada 2016, produksi minyak Iran bisa menambah pasokan berlimpah yang sedang berlangsung.
Seperti diketahui, The Fed akhirnya menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade, sebagai tanda percaya bahwa ekonomi AS sebagian besar telah mengatasi bencana atas krisis keuangan 2007-2009.
Tarif US lebih tinggi, biasanya mendukung dolar sehingga membuat minyak dan komoditas lainnya dalam mata uang greenback lebih mahal, melemahkan permintaan.
(akr)
Lihat Juga :