Fed Rate Naik, Suku Bunga Acuan BI Anteng 7,5%
Kamis, 17 Desember 2015 - 18:13 WIB
Fed Rate Naik, Suku Bunga Acuan BI Anteng 7,5%
A
A
A
JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) tetap di level 7,50%, dengan suku bunga Deposit Facility 5,50% dan Lending Facility pada level 8,00%, meski Federal Reserve (The Fed) menaikkan Fed Rate 0,25%.
BI meyakini, inflasi keseluruhan 2015 berada di bawah 4%, sedangkan current account deficit (CAD) sampai akhir tahun di bawah 2%. (Baca: The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan 0,25%).
"Rapat kali ini butuh asesmen sangat komprehensif. Pada 17 Desember ini putuskan pertahankan Bi rate 7,5%," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Kamis (17/12/2015).
Tirta mengatakan, ke depannya tekanan stabilitas makro ekonomi akan mereda, sehingga terdapat kelonggaran kebijakan moneter Indonesia. Namun, BI akan tetap berhati-hati dan mencermati risiko global di tengah tekanan pasar dunia.
"BI akan mencermati pasar keuangan global pascakenaikan Fed Rate dan kondisi ekonomi domestik dalam jangka waktu ke depan," jelas Tirta. (Baca: BI: Kenaikan Fed Rate Beri Efek Mixed di Pasar)
BI juga menyambut baik paket kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi Indonesia dan menjaga stabilitas makro ekonomi Tanah Air.
"BI akan terus koordinasi dengan pemerintah menjaga inflasi, pertumbuhan struktural agar sistim keuangan tetap terjaga," pungkas dia.
Berikut suku bunga acuan selama 2015:
15 Januari 2015 7,75%
17 Februari 2015 7,50%
17 Maret 2015 7,50%
14 April 2015 7,50%
19 Mei 2015 7,50%
18 Juni 2015 7,50%
14 Juli 2015 7,50%
18 Agustus 2015 7,50%
17 September 2015 7,50%
15 Oktober 2015 7,50%
17 November 2015 7,50%
17 Desember 2015 7,50%
Baca Juga:
Ini Tanggapan Jokowi Atas Kenaikan Fed Rate
Dua Bos BUMN Ragukan BI Rate Ikuti Kenaikan Fed Rate
BI meyakini, inflasi keseluruhan 2015 berada di bawah 4%, sedangkan current account deficit (CAD) sampai akhir tahun di bawah 2%. (Baca: The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan 0,25%).
"Rapat kali ini butuh asesmen sangat komprehensif. Pada 17 Desember ini putuskan pertahankan Bi rate 7,5%," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara di Jakarta, Kamis (17/12/2015).
Tirta mengatakan, ke depannya tekanan stabilitas makro ekonomi akan mereda, sehingga terdapat kelonggaran kebijakan moneter Indonesia. Namun, BI akan tetap berhati-hati dan mencermati risiko global di tengah tekanan pasar dunia.
"BI akan mencermati pasar keuangan global pascakenaikan Fed Rate dan kondisi ekonomi domestik dalam jangka waktu ke depan," jelas Tirta. (Baca: BI: Kenaikan Fed Rate Beri Efek Mixed di Pasar)
BI juga menyambut baik paket kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi Indonesia dan menjaga stabilitas makro ekonomi Tanah Air.
"BI akan terus koordinasi dengan pemerintah menjaga inflasi, pertumbuhan struktural agar sistim keuangan tetap terjaga," pungkas dia.
Berikut suku bunga acuan selama 2015:
15 Januari 2015 7,75%
17 Februari 2015 7,50%
17 Maret 2015 7,50%
14 April 2015 7,50%
19 Mei 2015 7,50%
18 Juni 2015 7,50%
14 Juli 2015 7,50%
18 Agustus 2015 7,50%
17 September 2015 7,50%
15 Oktober 2015 7,50%
17 November 2015 7,50%
17 Desember 2015 7,50%
Baca Juga:
Ini Tanggapan Jokowi Atas Kenaikan Fed Rate
Dua Bos BUMN Ragukan BI Rate Ikuti Kenaikan Fed Rate
(izz)