KAI Prediksi Peningkatan Penumpang hanya 1%
Minggu, 20 Desember 2015 - 13:35 WIB
KAI Prediksi Peningkatan Penumpang hanya 1%
A
A
A
PT KAI (Persero) memprediksi peningkatan jumlah penumpang hanya sekitar 1% atau menjadi sekitar 4,23 juta pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Perhitungan tersebut dihitung dari 20 Desember 2015 sampai 5 Januari 2016.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menerangkan, kenaikan jumlah penumpang yang terbilang sedikit ini lantaran saat ini KAI telah melarang penumpang membeli tiket tanpa bangku. Sehingga, kenaikan jumlah penumpang tergantung dari kapasitas bangku yang disediakan KAI.
"Karena memang kalau di kereta api, saat ini kapasitas itu hanya tergantung bangku. Manakala kereta api tidak menambah kereta, ya tidak akan naik kapasitasnya. Karena sekarang ini tidak ada lagi orang masuk tanpa bangku," katanya di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (20/12/2015).
Edi menyebutkan, beban puncak penumpang diperkirakan terjadi pada 27 Desember 2015 untuk keberangkatan dan 3 Januari 2016 untuk arus balik. Namun, beban puncak yang dimaksud adalah penumpukan jumlah penumpang di stasiun.
"Kita imbauannya kepada penumpang, kalau berangkatnya sore ya nggak usah pagi lah datangnya. Mungkin tiga atau dua jam sebelumnya. Sehingga yang saya katakan peak itu tadi, manakala dia penuh ya numplek di stasiun," tegas dia.
Guna meningkatkan pelayanan dan penjagaan selama libur Natal dan Tahun Baru, perseroan tidak memberikan izin cuti terhadap pegawainya selama periode tersebut. Penjagaan dan pengawasan juga ditingkatkan di jalur-jalur rawan.
"Juru penilik jalan itu ekstra kita untuk memeriksa di jalan-jalan. Jadi prinsipnya, sebelum kereta lewat itu harus ada keyakinan bahwa pijak jalan dan jembatan ini aman. Esensinya itu. Jadi pasti dilakukan pengecekan, dan itu manusia," pungkasnya. (lly)
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menerangkan, kenaikan jumlah penumpang yang terbilang sedikit ini lantaran saat ini KAI telah melarang penumpang membeli tiket tanpa bangku. Sehingga, kenaikan jumlah penumpang tergantung dari kapasitas bangku yang disediakan KAI.
"Karena memang kalau di kereta api, saat ini kapasitas itu hanya tergantung bangku. Manakala kereta api tidak menambah kereta, ya tidak akan naik kapasitasnya. Karena sekarang ini tidak ada lagi orang masuk tanpa bangku," katanya di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (20/12/2015).
Edi menyebutkan, beban puncak penumpang diperkirakan terjadi pada 27 Desember 2015 untuk keberangkatan dan 3 Januari 2016 untuk arus balik. Namun, beban puncak yang dimaksud adalah penumpukan jumlah penumpang di stasiun.
"Kita imbauannya kepada penumpang, kalau berangkatnya sore ya nggak usah pagi lah datangnya. Mungkin tiga atau dua jam sebelumnya. Sehingga yang saya katakan peak itu tadi, manakala dia penuh ya numplek di stasiun," tegas dia.
Guna meningkatkan pelayanan dan penjagaan selama libur Natal dan Tahun Baru, perseroan tidak memberikan izin cuti terhadap pegawainya selama periode tersebut. Penjagaan dan pengawasan juga ditingkatkan di jalur-jalur rawan.
"Juru penilik jalan itu ekstra kita untuk memeriksa di jalan-jalan. Jadi prinsipnya, sebelum kereta lewat itu harus ada keyakinan bahwa pijak jalan dan jembatan ini aman. Esensinya itu. Jadi pasti dilakukan pengecekan, dan itu manusia," pungkasnya. (lly)
(dmd)
Lihat Juga :