Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!

Kamis, 09 Juli 2026 - 10:20 WIB
loading...
Rahasia Industri Logam...
Selama bertahun-tahun, dunia dibuat ketakutan oleh cengkeraman mutlak China dalam industri rare earth atau logam tanah jarang. Namun peneliti justru membongkar realitas yang bertolak belakang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Selama bertahun-tahun, dunia internasional dibuat ketakutan oleh cengkeraman mutlak China dalam industri rare earth atau logam tanah jarang , yakni mineral super langka yang menjadi bahan baku wajib pembuatan chip canggih, jet tempur, baterai EV, hingga teknologi militer masa depan. Barat bahkan sering gemetar jika Beijing mengancam akan menyetop ekspor mineral ini.

Namun sebuah laporan rahasia yang baru saja diterbitkan oleh para peneliti papan atas China sendiri justru membongkar realitas yang bertolak belakang. Studi terbaru ini memperingatkan bahwa industri logam tanah jarang milik Negeri Tirai Bambu -julukan China- sebenarnya menyimpan kelemahan fatal yang membuat mereka bertekuk lutut di hadapan Amerika Serikat (AS) dan Jepang.

China Hanya Menang Kasar, Bukan Teknologi Inti

Selama ini publik mengira China memegang kendali penuh karena menguasai cadangan tambang, kapasitas pemurnian, hingga kuota ekspor global. Namun studi yang diterbitkan dalam Bulletin of the Chinese Academy of Sciences ini mengajak dunia melihat dari sudut pandang berbeda: Penguasaan Hak Paten Teknologi Tinggi.

Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Tim peneliti dari University of Science and Technology of China (USTC) blak-blakan mengakui bahwa dalam urusan mengubah mineral mentah menjadi komponen fungsional tingkat tinggi, China sama sekali belum memimpin.



"China tidak berada dalam posisi memimpin dalam menguasai teknologi-teknologi inti di bidang-bidang tertentu," tulis para peneliti dalam makalah ilmiah tersebut secara jujur seperti dilansir South China Morning Post.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Kejagung Bongkar Modus...
Kejagung Bongkar Modus Rekayasa Uji Lab untuk Ekspor Ilegal Logam Tanah Jarang
Rekomendasi
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Tiba PN Jaktim Jelang...
Tiba PN Jaktim Jelang Sidang Eksepsi, Dokter Tifa: Kami Siapkan 37 Halaman Nota Perlawanan
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Berita Terkini
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved