Tarif Inap Kontainer Murah, Menteri BUMN Tetapkan Denda Tinggi

Selasa, 22 Desember 2015 - 21:07 WIB
Tarif Inap Kontainer...
Tarif Inap Kontainer Murah, Menteri BUMN Tetapkan Denda Tinggi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo telah meminta agar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno yang mematok tarif denda untuk kontainer yang ditimbun lama di pelabuhan Tanjung Priok.

(Baca Juga: Rizal Ramli Pangkas Dwelling Time Jadi 4 Hari)

Hal ini lantaran, permintaan Rizal Ramli agar PT Pelindo II (Persero) dapat menerapkan sistem denda yang tinggi untuk kontainer yang mengendap lama di pelabuhan ditolak oleh mantan Direktur Utama Pelindo II RJ Lino.

Menko Maritim mengatakan, selama ini denda atas kontainer yang diterapkan Pelindo II sangatlah murah yakni sekitar Rp28.500. Ini menyebabkan para importir lebih memilih untuk mengendapkan kontainernya lebih lama di pelabuhan. Dirinya pun menginginkan pengenaan denda terhadap kontainer-kontainer tersebut dipatok tinggi yaitu sekitar Rp5 juta per kontainer per hari.

"Mohon maaf, selama ini Pelindo II menolak memberikan denda. Kami ingin denda tinggi, mintanya Rp5 juta. Sehingga kontainer-kontainer dapat keluar secepatnya. Dwelling time bisa turun. Tapi manajemen Pelindo II menolak," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Untuk itu, dalam rapat kabinet telah diputuskan agar sistem denda atas kontainer tersebut diterapkan. Menteri BUMN Rini Soemarno pun diminta untuk menentukan besaran tarifnya, dengan harapan jika permintaan tersebut datang dari Menteri BUMN maka Pelindo II akan menurutinya.

"Berapa persisnya, Menteri BUMN yang menentukan. Tapi prinsipnya dendanya harus tinggi, agar kontainer ini bisa keluar secepat mungkin. Kalau kita laksanakan sistem denda ini, dwelling time akan berkurang satu hari lagi," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rizal Ramli Kritisi...
Rizal Ramli Kritisi Sistem Ambang Batas dalam Pilkada dan Pilpres
Rizal Ramli Sebut Pembangunan...
Rizal Ramli Sebut Pembangunan Harus Membuat Rakyat Lebih Makmur, Bukan Sebaliknya
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Emak-emak Taruh Harapan...
Emak-emak Taruh Harapan Besar Pada Rizal Ramli Untuk Bangkitkan Ekonomi
Rizal Ramli, Selamanya...
Rizal Ramli, Selamanya Oposisi untuk Menjaga Demokrasi
Pemakaman Rizal Ramli...
Pemakaman Rizal Ramli di TPU Jeruk Purut
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
16 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
48 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
12 jam yang lalu
Infografis
7 Jenis Ikan dengan...
7 Jenis Ikan dengan Harga Murah Mengandung Protein Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved