Harga Minyak Dunia Bangkit dari Posisi Terendah
Rabu, 23 Desember 2015 - 08:48 WIB
Harga Minyak Dunia Bangkit dari Posisi Terendah
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak mentah brent akhirnya naik setelah kemarin menyentuh level terendah dalam 11 tahun, karena adanya outlook bearish 2016 dan keuntungan tipis untuk produk minyak.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/12/2015), harga minyak brent untuk pengiriman Februari sebesar USD36,11 per barel, setelah sebelumnya turun pada posisi USD35,98.
Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 33 sen atau 0,92% menjadi USD36,14 per barel.
Kedua benchmark melihat adanya dorongan setelah American Petroleum Institute (API) merilis data yang menunjukkan adanya penurunan stok yang tak terduga. Minyak mentah AS naik menjadi USD36,46, sementara nrent naik menjadi USD36,38.
Kelemahan brent sebagai WTI sedikit menguat membawa dua tolok dalam paritas untuk pertama kalinya sejak Januari tahun ini.
"Dengan larangan ekspor, kita telah melihat bahwa penyebaran jatuh, dan akan terus ke arah itu karena permintaan menjadi lebih besar untuk WTI," kata Matthew Perry, partner di Kronenberg Capital Advisors.
Sementara itu, Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia telah menembak jatuh sebuah rudal balistik yang menuju kota Jizan, di mana kilang baru dan terminal minyak berada di bawah konstruksi. Saudi Aramco mengatakan, semua fasilitas di daerah itu 'dalam operasi yang aman dan normal.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/12/2015), harga minyak brent untuk pengiriman Februari sebesar USD36,11 per barel, setelah sebelumnya turun pada posisi USD35,98.
Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 33 sen atau 0,92% menjadi USD36,14 per barel.
Kedua benchmark melihat adanya dorongan setelah American Petroleum Institute (API) merilis data yang menunjukkan adanya penurunan stok yang tak terduga. Minyak mentah AS naik menjadi USD36,46, sementara nrent naik menjadi USD36,38.
Kelemahan brent sebagai WTI sedikit menguat membawa dua tolok dalam paritas untuk pertama kalinya sejak Januari tahun ini.
"Dengan larangan ekspor, kita telah melihat bahwa penyebaran jatuh, dan akan terus ke arah itu karena permintaan menjadi lebih besar untuk WTI," kata Matthew Perry, partner di Kronenberg Capital Advisors.
Sementara itu, Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia telah menembak jatuh sebuah rudal balistik yang menuju kota Jizan, di mana kilang baru dan terminal minyak berada di bawah konstruksi. Saudi Aramco mengatakan, semua fasilitas di daerah itu 'dalam operasi yang aman dan normal.
(izz)
Lihat Juga :