Pungut Dana Ketahanan Energi, Pemerintah Diminta Jalankan Ini

Kamis, 24 Desember 2015 - 18:12 WIB
Pungut Dana Ketahanan...
Pungut Dana Ketahanan Energi, Pemerintah Diminta Jalankan Ini
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini tengah mencoba menerapkan pungutan dana ketahanan energi dari masyarakat, lewat penjualan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium). Sayangnya, hingga saat ini pemerintah belum memiliki mekanisme dan landasan hukum yang jelas terkait celengan tersebut.

(Baca Juga: Harga Baru BBM Dipotong demi Jalankan Dana Ketahanan Energi)

Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara mengemukakan bahwa pungutan dana ketahanan energi ini sebenarnya telah diterapkan di banyak negara. Mereka membedakan pungutan tersebut dalam dua jenis yakni dana stabilisasi fiskal untuk kepentingan jangka pendek dan dana penghematan (saving fund) untuk kepentingan jangka menengah dan panjang.

Dijelaskannya, dana stabilisasi fiskal diperuntukkan untuk dana simpanan jika sewaktu-waktu harga minyak dunia kembali merangkak naik. Dana tersebut menjadi bantalan saat harga minyak dunia naik, sehingga harga BBM tidak perlu ikut naik.

"Misal harga minyak dunia turun tapi harga BBM tidak diturunkan. Maka akan ada penghematan, dan ini disimpan pada satu account. Nanti kalau harga minyak dunia naik lagi, harga BBM tidak perlu naik tapi gunakan simpanan tadi sehingga tidak terlalu alami gejolak harga," katanya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Kamis (24/12/2015).

Sementara dana penghematan atau saving fund diperuntukkan bagi keperluan jangka panjang, misal untuk penerapan energi baru dan terbarukan (EBT).

"Saving fund atau dana penghematan ini sifatnya untuk pengembangan jangka panjang dan keadilan antar generasi. Nah jadi yang sekarang ini mungkin saja itu namanya saving fund untuk pengembangan energi baru dan terbarukan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mendesak Reformasi Subsidi...
Mendesak Reformasi Subsidi Energi
Pakar Sebut Kenaikan...
Pakar Sebut Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Wajar Terjadi di Tengah Krisis Energi Global
Cadangan BBM RI Lebih...
Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang
Subsidi Energi Harus...
Subsidi Energi Harus Tepat Sasaran
Pemerintah Bocorkan...
Pemerintah Bocorkan Soal Potensi Harga BBM Naik per 1 Juli Nanti
Pertamina Komitmen Dekatkan...
Pertamina Komitmen Dekatkan Energi ke Masyarakat
Berita Terkini
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
44 menit yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
57 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
12 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
14 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved