BNI Syariah Bukukan Laba Rp196,26 M hingga November
Selasa, 29 Desember 2015 - 21:22 WIB
BNI Syariah Bukukan Laba Rp196,26 M hingga November
A
A
A
DEPOK - PT BNI Syariah hingga akhir November 2015 berhasil membukukan profitabilitas (laba) sebesar Rp196,26 miliar atau tumbuh 20,22% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp163,25 miliar.
Direktur Resiko dan Kepatuhan BNI Syariah Acep R Jayaprawira menyatakan, faktor pendorong meningkatnya laba yaitu dipacu oleh pembiayaan perseroan. Hingga akhir November 2015, BNI Syariah mencatat pembiayaan sebesar Rp17,24 triliun atau tumbuh 14,61% dibandingkan akhir Desember 2014 yang mencapai Rp15,04 triliun.
"Faktor pendorong lainnya adalah tumbuhnya penghimpunan dana masyarakat sebesar 17,33% dari semula Rp16,25 triliun menjadi Rp19,06 triliun dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 45,35%," kata Acep saat menghadiri relokasi kantor baru BNI Syariah di Depok, Jawa Barat, Selasa (29/12/2015).
Dengan demikian, total aset perseroan juga meningkat 18,55% dari Rp19,49 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp23,11 triliun pada akhir November 2015.
Sebagai catatan, dari total pembiayaan tersebut, portofolionya mencakup pembiayaan konsumtif sebesar 53,71%, diikuiti pembiayaan produktif UKM 22,56%, pembiayaan komersial 15,68%, pembiayaan mikro 5,86% dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,2%.
"Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap menjaga kualitas pembiayaan kami, yang dibuktikan dari NPF per November 2015 sebesar 2,29%. Masih jauh dari ambang batas yang ditetapkan OJK," lanjut Acep.
Saat ini BNI Syariah telah didukung jaringan cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 299 outlet syariah yang tesebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga didudukung lebih dari 1.700 Kantor Cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang melayani pembukaan rekening syariah.
Direktur Resiko dan Kepatuhan BNI Syariah Acep R Jayaprawira menyatakan, faktor pendorong meningkatnya laba yaitu dipacu oleh pembiayaan perseroan. Hingga akhir November 2015, BNI Syariah mencatat pembiayaan sebesar Rp17,24 triliun atau tumbuh 14,61% dibandingkan akhir Desember 2014 yang mencapai Rp15,04 triliun.
"Faktor pendorong lainnya adalah tumbuhnya penghimpunan dana masyarakat sebesar 17,33% dari semula Rp16,25 triliun menjadi Rp19,06 triliun dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 45,35%," kata Acep saat menghadiri relokasi kantor baru BNI Syariah di Depok, Jawa Barat, Selasa (29/12/2015).
Dengan demikian, total aset perseroan juga meningkat 18,55% dari Rp19,49 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp23,11 triliun pada akhir November 2015.
Sebagai catatan, dari total pembiayaan tersebut, portofolionya mencakup pembiayaan konsumtif sebesar 53,71%, diikuiti pembiayaan produktif UKM 22,56%, pembiayaan komersial 15,68%, pembiayaan mikro 5,86% dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,2%.
"Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap menjaga kualitas pembiayaan kami, yang dibuktikan dari NPF per November 2015 sebesar 2,29%. Masih jauh dari ambang batas yang ditetapkan OJK," lanjut Acep.
Saat ini BNI Syariah telah didukung jaringan cukup luas di seluruh Indonesia yaitu 299 outlet syariah yang tesebar di seluruh Indonesia. Selain itu juga didudukung lebih dari 1.700 Kantor Cabang PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang melayani pembukaan rekening syariah.
(izz)
Lihat Juga :