PR Utama yang Harus Dikerjakan Kabinet Jokowi 2016
Kamis, 31 Desember 2015 - 09:10 WIB
PR Utama yang Harus Dikerjakan Kabinet Jokowi 2016
A
A
A
JAKARTA - Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki sejumlah PR alias pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada 2016. Hal ini menyangkut sejumlah realisasi pada 2015 yang belum tercapai, seperti janji nawacita mereka terdahulu.
Ekonom dari Indonesia for Development of Economic and Financial (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, tahun depan Kabinet Jokowi harus memiliki prioritas. "Ini harus difokuskan karena realisasinya enggak semua tercapai tahun ini. Pertama kali yang perlu dilakukan adalah pemerintah harus bangun infrastruktur industri," ujarnya, Rabu (30/12/2015).
Menurut Ahmad, hal tersebut harus menjadi prioritas. Mengingat ekspor Indonesia mengalami penurunan dan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi masih sangat rendah. (Baca: Pencetus di Balik Konsep Tol Laut Jokowi)
Dia menjelaskan, di sepanjang 2015 penyerapan tenaga kerja di sektor industri juga masih lemah. Bahkan, industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mengalami penurunan peran terbanyak. Walhasil ekspor masih tergantung terhadap komoditas sebesar 76%.
"Ketergantungan yang tinggi di sektor komoditas ini menyebabkan nilai ekspor Indonesia sangat rentan terhadap gejolak perekonomian global. Jadi harus buat segala sesuatu yang bisa meningkatkan daya saing, yang bisa mendongkrak ekspor, harus bisa dilakukan. Seperti bangun kawasan industri, konektivitasnya, dan lain-lain," jelasnya.
Ekonom dari Indonesia for Development of Economic and Financial (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, tahun depan Kabinet Jokowi harus memiliki prioritas. "Ini harus difokuskan karena realisasinya enggak semua tercapai tahun ini. Pertama kali yang perlu dilakukan adalah pemerintah harus bangun infrastruktur industri," ujarnya, Rabu (30/12/2015).
Menurut Ahmad, hal tersebut harus menjadi prioritas. Mengingat ekspor Indonesia mengalami penurunan dan kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi masih sangat rendah. (Baca: Pencetus di Balik Konsep Tol Laut Jokowi)
Dia menjelaskan, di sepanjang 2015 penyerapan tenaga kerja di sektor industri juga masih lemah. Bahkan, industri pengolahan menjadi salah satu sektor yang mengalami penurunan peran terbanyak. Walhasil ekspor masih tergantung terhadap komoditas sebesar 76%.
"Ketergantungan yang tinggi di sektor komoditas ini menyebabkan nilai ekspor Indonesia sangat rentan terhadap gejolak perekonomian global. Jadi harus buat segala sesuatu yang bisa meningkatkan daya saing, yang bisa mendongkrak ekspor, harus bisa dilakukan. Seperti bangun kawasan industri, konektivitasnya, dan lain-lain," jelasnya.
(dmd)
Lihat Juga :