Angka Kemiskinan Meningkat Tembus 28,51 Juta Orang

Senin, 04 Januari 2016 - 13:55 WIB
Angka Kemiskinan Meningkat...
Angka Kemiskinan Meningkat Tembus 28,51 Juta Orang
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan hingga September 2015 mencapai 28,51 juta atau 11,13% dari total penduduk Indonesia. Namun, jika dibanding periode September 2014 angka terus meningkat.

Kepala BPS Suryamin menyebutkan, pada periode September 2014 jumlah penduduk miskin masih sekitar 27,73 juta jiwa‎ atau 10,96% dari penduduk Indonesia. Dibanding September 2015, jumlah penduduk miskin meningkat sekitar 780 ribu jiwa.

Menurutnya, cukup tingginya lonjakan angka kemiskinan dibanding September 2014 lantaran harga komoditas beras yang naik. Selain itu, pada periode tersebut gejolak perekonomian global belum terjadi. (Baca: Kemiskinan RI Disorot Dunia, Jokowi Peringatkan Jajaran Menteri)

"Harga beras meningkat, sehingga garis kemiskinan masih meningkat dibanding September 2014, dan gejolak perekonomian global juga belum terjadi pada September 2014," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/1/2015).

Suryamin menambahkan, harga bahan bakar minyak (BBM) pada periode Januari 2014 hingga September 2014 juga belum mengalami kenaikan. Kenaikan harga BBM baru terjadi pada November 2014, sehingga angka kemiskinan kala itu belum cukup melonjak.

"Setelah kondisi BBM naik, terus ada bantuan sosial untuk pendidikan, raskin juga masih ada, dan bantuan sosial lainnya. Sehingga untuk 2015, dari Maret ke September ada penurunan (angka kemiskinan)," jelasnya.

Suryamin menuturkan, jumlah penduduk miskin secara total ‎menurun 80 ribu orang dibanding Maret 2015. "‎Dibanding Maret 2015 terjadi penurunan (angka kemiskinan) secara total. Menurun 80 ribu orang. Sehingga persentasenya menurun dari 11,22% jadi 11,13%," ujarnya.

Dia mengatakan, penurunan ini terjadi baik di perkotaan maupun di pedesaan. Di perkotaan, jumlah penduduk miskin menurun sekitar 30 ribu orang. Pada Maret 2015, penduduk miskin mencapai 10,65 juta orang dan kini menjadi 10,62 juta orang.‎ Sementara di pedesaan dari 17,94 juta orang turun menjadi 17,89 juta orang.

Kendati menurun, lanjut Suryamin, namun penurunan angka kemiskinan tersebut sangat tipis sekali. Oleh sebab itu, harus ada strategi khusus untuk mengurangi angka kemiskinan tersebut.

"‎Karena karakteristik penduduk miskin yang sekarang itu di antaranya sebagian besar di sektor pertanian sebagai buruh sekitar 54%," imbuhnya.

Tak hanya itu, tipisnya penurunan angka kemiskinan juga disebabkan karena kepala rumah tangga sebagian besar berada di usia sekitar 50 tahun dengan pendidikannya mayoritas tidak tamat sekolah dasar. Selain itu, jumlah anggota rumah tangga yang harus ditanggung cukup banyak, antara empat hingga lima orang.

"‎Jadi karakteristik itu, penurunan kemiskinan itu harus ada strategi khusus. Usianya 50 tahun, makanya dengan adanya raskin, atau cash yang diberikan, dan kesehatan gratis itu membantu‎," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
4 menit yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
22 menit yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
40 menit yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
1 jam yang lalu
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
1 jam yang lalu
Jakpro Gandeng Feel...
Jakpro Gandeng Feel Good Network Garap Naming Rights JIS
1 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved