Jokowi Pertimbangkan Revisi Target Pajak 2016

Rabu, 06 Januari 2016 - 18:37 WIB
Jokowi Pertimbangkan...
Jokowi Pertimbangkan Revisi Target Pajak 2016
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempertimbangkan merevisi target pajak yang telah dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar Rp1.546,7 triliun. Saat ini pemerintah tengah menghitung, apakah target yang dicanangkan tersebut terlalu tinggi atau sebaliknya.

Dia mengatakan, jika dimungkinkan pemerintah bakal merevisi target pajak tersebut pada pengajuan APBN-Perubahan 2016. "Pajak baru kita hitung lagi, kita evaluasi lagi kalau memang nanti targetnya naik berati nanti di APBN-P, kalau turun juga di APBN-P," ujarnya di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pendapatan negara sementara pada 2015 mencapai Rp1.491,5 triliun, atau 84,7% dari target yang dicanangkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp1.761,6 triliun. (Baca: Realisasi Pendapatan Negara 84,7%)

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memaparkan, dari jumlah realisasi pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp1.235,8 triliun atau 83,0% dari target APBNP 2015 sebesar Rp1.489,3 triliun.

"Melambatnya pertumbuhan ekonomi pada 2015 telah berdampak terhadap penerimaan pajak, terutama sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan," ujar Bambang, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (3/12/2015).

Kendati demikian, secara nominal pendapatan dari PPh nonmigas mencatatkan peningkatan mencapai Rp547,5 triliun atau tumbuh sekitar 19% dibanding realisasi 2014. Secara keseluruhan, realisasi pajak non migas sebesar Rp2.005,7 triliun atau tumbuh sekitar 12%.

"Dengan demikian, realisasi pajak total gross mencapai Rp1.150 triliun dan realisasi pajak total netto mencapai Rp1.055 triliun," jelasnya.
(Baca: Tak Mau Buat Gaduh, Kenaikan Pajak Tol Akan Dikaji Kembali)

Selain itu, kata Bambang, realisasi penerimaan perpajakan juga dipengaruhi melemahnya impor dan harga komoditas, terutama yang menjadi ekspor utama Indonesia, seperti CPO dan komoditas pertambangan. Realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) 2015 mencapai Rp252,4 triliun atau 93,8% dari target dalam APBNP 2015 yang mencapai Rp269,1 triliun.

"Lebih rendahnya realisasi PNBP tersebut, terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan SDA migas dan pertambangan minerba, karena turunnya harga komoditas batu bara di pasar internasional," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Penerimaan Pajak Mulai...
Penerimaan Pajak Mulai Mandek Lagi, Jokowi Minta Disiapkan Jurus Baru
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
24 menit yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
1 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
1 jam yang lalu
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
2 jam yang lalu
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
4 jam yang lalu
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved