JK Lebih Suka Kereta Bekas Jepang

Kamis, 07 Januari 2016 - 22:17 WIB
JK Lebih Suka Kereta...
JK Lebih Suka Kereta Bekas Jepang
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menghalalkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mengimpor gerbong kereta bekas dari Jepang. Alasannya, kualitas gerbong bekas dari Negeri Sakura tersebut masih layak pakai. Selain itu, harganya lebih murah dibanding bikin sendiri.

Menurutnya, kualitas gerbong bekas alias second dari Jepang dan Indonesia tidak bisa dibandingkan. Karena, gerbong second dari Jepang masih terpelihara dengan baik. Sementara gerbong bekas milik KAI sudah tidak bisa lagi digunakan.

"Pertama, kalau second Jepang dengan second Indonesia kan beda. Kalau second Jepang itu dia pelihara dengan baik sehingga masih sangat layak dipakai. Jangan berpikir kaya gerbong kereta api KAI yang second, yang tidak bisa dipakai lagi. Bedakan itu," ujar JK di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Selain itu, impor gerbong kereta bekas dari Jepang lebih irit dibandingkan membeli ‎baru. Sebab, Indonesia hanya tinggal membayar ongkos angkut. Tak hanya itu, Jepang juga menjadi satu-satunya negara yang memiliki ukuran rel sama dengan Indonesia.

"Kalau second itu hanya dibayar ongkos angkutnya. Karena bagi dia seperti itu, policy-nya Jepang. Kedua, cuma kereta api Indonesia dan Jepang yang sama relnya. Kalau di Eropa katakanlah lebih lebar. Kita sama sekitar 1 meter 7 cm," terangnya.

JK membantah jika Indonesia tidak sanggup membuat gerbong kereta sendiri. Namun, prosesnya membutuhkan waktu lebih lama dan lebih memakan biaya. Jadi, impor menjadi pilihan pemerintah ketimbang harus membuat sendiri.

"Bisa sih bikin. Tapi kan butuh waktu dan butuh biaya. Ini lebih murah dan bagus karena aluminium mereka itu. Pasti kalau bikin baru mahal. Kan ini boleh dibilang hampir gratis. Kalau hanya bayar ongkos angkut‎," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
JK Sebut Rizal Ramli...
JK Sebut Rizal Ramli Punya Pemikiran Tangguh
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Dua Aktivis Perdamaian...
Dua Aktivis Perdamaian Jepang Temui Jusuf Kalla
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
4 menit yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
26 menit yang lalu
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
39 menit yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
2 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
3 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
3 jam yang lalu
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved