Menteri Saudi Memperingatkan OPEC Plus: Harga Minyak Bisa Anjlok Jadi USD50 per Barel
Kamis, 03 Oktober 2024 - 08:52 WIB
loading...
Menteri Perminyakan, Arab Saudi mengatakan, harga minyak mentah dunia bisa anjlok sangat dalam hingga menyentuh level USD50 per barel. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perminyakan, Arab Saudi mengatakan, harga minyak mentah dunia bisa anjlok sangat dalam hingga menyentuh level USD50 per barel, jika OPEC+ terus berproduksi berlebihan. Pangeran Abdulaziz bin Salman menyampaikan proyeksi tersebut saat konferensi pekan lalu, yang menurutnya apa yang dilakukan OPEC menjadi ancaman secara tidak langsung.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Stimulus Baru China dan Konflik Timur Tengah
Seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal, seorang delegasi menyatakan, kesiapan Riyadh untuk meluncurkan perang harga jika produksi kartel tidak terkendali. Seorang delegasi merangkum pernyataan menteri dengan menerangkan: "Beberapa lebih baik diam dan menghormati komitmen mereka terhadap OPEC+."
Jika benar minyak dunia menyentuh posisi USD50 per barel, maka menyeret minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional, turun 33% dari level saat ini. Sebagai informasi Brent saat ini diperdagangkan di sekitar level USD74 per barel pada Rabu, kemarin.
Baca Juga: Pangeran Mohammed Bin Salman Klaim Saudi Sukses Atasi Ketergantungan terhadap Industri Minyak
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Stimulus Baru China dan Konflik Timur Tengah
Seperti dilaporkan oleh Wall Street Journal, seorang delegasi menyatakan, kesiapan Riyadh untuk meluncurkan perang harga jika produksi kartel tidak terkendali. Seorang delegasi merangkum pernyataan menteri dengan menerangkan: "Beberapa lebih baik diam dan menghormati komitmen mereka terhadap OPEC+."
Jika benar minyak dunia menyentuh posisi USD50 per barel, maka menyeret minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional, turun 33% dari level saat ini. Sebagai informasi Brent saat ini diperdagangkan di sekitar level USD74 per barel pada Rabu, kemarin.
Baca Juga: Pangeran Mohammed Bin Salman Klaim Saudi Sukses Atasi Ketergantungan terhadap Industri Minyak
Lihat Juga :