Naik Tipis, Minyak Dunia Masih Dekati Level Terendah 12 Tahun
Jum'at, 08 Januari 2016 - 07:57 WIB
Naik Tipis, Minyak Dunia Masih Dekati Level Terendah 12 Tahun
A
A
A
SEOUL - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Jumat pagi ini naik tipis, namun masih tetap dekat pada posisi terendah dalam 12 tahun. Ini akibat dari pasar keuangan China mengguncang investor yang khawatir pada pasokan minyak dunia berlebihan.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/1/2016), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan 12 sen lebih tinggi menjadi 33,39 per barel pada pukul 00.28 GMT setelah kemarin berada pada posisi USD33,27 per barel. Di sesi terakhir, memukul terendah sejak akhir 2003 di level USD32,10.
Sementara, harga minyak brent naik 48 sen menjadi USD33,75 di sesi sebelumnya, setelah meluncur ke posisi terendah USD32,16, level yang terakhir terlihat pada April 2004.
"Minyak masih di bawah tekanan di tengah kekhawatiran ekonomi China dan penyusutan yuan," kata ANZ dalam sebuah catatan pada hari ini.
"Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kini tinggal kenangan, minyak kemungkinan akan menguji level USD30 barel di tengah kekhawatiran dampak dari melemahnya yuan pada permintaan Cina," imbuhnya.
Saham di bursa utama AS jatuh untuk hari keenam, karena investor cemas atas keadaan ekonomi China dan kemampuannya untuk menstabilkan pasar saham.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/1/2016), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan 12 sen lebih tinggi menjadi 33,39 per barel pada pukul 00.28 GMT setelah kemarin berada pada posisi USD33,27 per barel. Di sesi terakhir, memukul terendah sejak akhir 2003 di level USD32,10.
Sementara, harga minyak brent naik 48 sen menjadi USD33,75 di sesi sebelumnya, setelah meluncur ke posisi terendah USD32,16, level yang terakhir terlihat pada April 2004.
"Minyak masih di bawah tekanan di tengah kekhawatiran ekonomi China dan penyusutan yuan," kata ANZ dalam sebuah catatan pada hari ini.
"Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah kini tinggal kenangan, minyak kemungkinan akan menguji level USD30 barel di tengah kekhawatiran dampak dari melemahnya yuan pada permintaan Cina," imbuhnya.
Saham di bursa utama AS jatuh untuk hari keenam, karena investor cemas atas keadaan ekonomi China dan kemampuannya untuk menstabilkan pasar saham.
(izz)
Lihat Juga :