Menteri Rini Kecewa RI Masih Impor Kaleng Minuman Ringan

Jum'at, 08 Januari 2016 - 16:09 WIB
Menteri Rini Kecewa...
Menteri Rini Kecewa RI Masih Impor Kaleng Minuman Ringan
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno kecewa lantaran Indonesia saat ini masih harus mengimpor stainless steel untuk membuat kaleng minuman ringan berlabel Coca Cola. Padahal, Indonesia termasuk negara penghasil feronikel terbesar di dunia.

Hal tersebut dikatakannya dalam acara Kesepakatan Kerja sama antara PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), PT Timah (Persero) Tbk dan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), untuk mengoptimalkan sumber daya dan keahlian yang dimiliki masing-masing.

"Sangat menyedihkan sebetulnya, kita punya feronikel tapi impor stainless steel, yang berarti juga kaleng Coca Cola saja kita masih impor. Ini sangat disayangkan, padahal kita punya bahan bakunya," kata dia di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Rini berharap PT Aneka Tambang (Persero) ke depannya dapat memproduksi feronikel menjadi stainless steel yang dapat digunakan untuk produk kalengan di dalam negeri.

BUMN tambang tersebut diminta tidak hanya memproduksi bahan baku, melainkan harus diprosesnya hingga menjadi barang jadi atau setengah jadi. (Baca: Menteri Rini: Banyak Negara Iri pada Kekayaan Alam RI)

"Salah satunya ke depan yang kita harapkan juga dari Antam adalah bagaimana bisa memproduksi feronikel menjadi stainless steel," imbuh dia.

Selain itu, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini berharap PT Timah (Persero) juga dapat memproses timah hingga produk akhir. Sebab, seringkali pemrosesan timah dilakukan di negara ASEAN lainnya, padahal bahan baku berasal dari Tanah Air.

"Saya juga berharap kita bisa memproses akhir timah. Sekarang seringkali banyak processing timah ada di negara ASEAN lain, yang tidak seharusnya itu terjadi. Seharusnya ada di kita karena kita pemilik bahan baku timah terbesar di dunia," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Produk Unggulan yang...
5 Produk Unggulan yang Diimpor Indonesia dari Rusia
Presiden Trump Umumkan...
Presiden Trump Umumkan Jeda Tarif Impor
Perkuat CBP, Pemerintah...
Perkuat CBP, Pemerintah Impor 24.000 Ton Beras
Persoalan Cadangan Beras...
Persoalan Cadangan Beras Indonesia Selalu Berulang Setiap Tahun
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Impor Jawa Timur Selama...
Impor Jawa Timur Selama Januari 2021 Turun 13,72 Persen
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
1 jam yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
1 jam yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
3 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
4 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
5 jam yang lalu
Infografis
Mobil Dinas Harus Maung,...
Mobil Dinas Harus Maung, Prabowo Larang Menteri Pakai Mobil Impor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved