Susi Cium Ada yang Bermain di Balik Hilangnya 9 Kapal
Senin, 11 Januari 2016 - 22:12 WIB
Susi Cium Ada yang Bermain di Balik Hilangnya 9 Kapal
A
A
A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menduga ada pihak yang bermain atas kaburnya sembilan kapal perikanan eks asing asal China yang melarikan diri dari kepulauan Indonesia, pada 30 Desember 2015. Padahal, sehari-harinya kapal tersebut diperiksa kondisinya oleh pegawai perusahaan dari grup Minatama Mutiara.
Petugas tersebut mengecek kapal-kapal yang berada di Pelabuhan Pomako. Pada hari hilangnya kapal tersebut, dia langsung melaporkan ke Manajer Operasi Minatama Group. (Baca: Menteri Susi Usut 9 Kapal Eks Asing Dibawa Kabur ABK China)
"Bisa saja ada kemungkinan permainan di bawah, kita akan selidiki lebih lanjut mengenai kemungkinannya. Memang kita harus lebih teliti lagi ke depan," ujar Susi di kantornya, Senin (1/11/2016)
Dia menyatakan, pihaknya akan lebih tegas dan tidak boleh terlalu percaya dengan pihak asing meskipun sudah melakukan diskusi dengan dubes negara. (Baca: Susi: 9 Kapal Eks Asing China Kabur Pukulan Telak di Awal Tahun)
"Memang kita harus sangat tegas. Tidak ada kata kompromi kalau sudah disepelekan begini. Karena sebetulnya kita menghargai lho, kita sudah ketemu dubes-dubes, sudah oke soal moratorium, terus moratorium selesai, yang enggak ada tindak pidana boleh pulang sesudah lakukan deregistrasi. Tapi mereka malah kabur begini, jadi kita akan lebih keras lagi," tandasnya.
Petugas tersebut mengecek kapal-kapal yang berada di Pelabuhan Pomako. Pada hari hilangnya kapal tersebut, dia langsung melaporkan ke Manajer Operasi Minatama Group. (Baca: Menteri Susi Usut 9 Kapal Eks Asing Dibawa Kabur ABK China)
"Bisa saja ada kemungkinan permainan di bawah, kita akan selidiki lebih lanjut mengenai kemungkinannya. Memang kita harus lebih teliti lagi ke depan," ujar Susi di kantornya, Senin (1/11/2016)
Dia menyatakan, pihaknya akan lebih tegas dan tidak boleh terlalu percaya dengan pihak asing meskipun sudah melakukan diskusi dengan dubes negara. (Baca: Susi: 9 Kapal Eks Asing China Kabur Pukulan Telak di Awal Tahun)
"Memang kita harus sangat tegas. Tidak ada kata kompromi kalau sudah disepelekan begini. Karena sebetulnya kita menghargai lho, kita sudah ketemu dubes-dubes, sudah oke soal moratorium, terus moratorium selesai, yang enggak ada tindak pidana boleh pulang sesudah lakukan deregistrasi. Tapi mereka malah kabur begini, jadi kita akan lebih keras lagi," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :