Harga Minyak Jatuh di Bawah USD32/Barel, Terendah 12 Tahun
Selasa, 12 Januari 2016 - 08:50 WIB
Harga Minyak Jatuh di Bawah USD32/Barel, Terendah 12 Tahun
A
A
A
NEW YORK - Harga minyak dunia semakin anjlok ke posisi terendah dalam 12 tahun, sebagai akibat adanya pengurangan di pasar saham China yang bisa mengancam harga minyak terus menurun hingga pada posisi USD20 per barel.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/1/2016), kontrak jangka panjang berjangka untuk 2017 dan seterusnya turun, karena beberapa produsen bergegas untuk melakukan lindung nilai.
Harga minyak mentah brent jatuh USD2,00 menjadi USD31,55 per barel, atau terendah sejak April 2004. Brent telah jatuh lebih dari 15% dalam enam hari berturut-turut atau kemerosotan terburuk dalam setahun.
Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) jatuh hingga USD1,75 menjadi USD31,41 per barel, terendah sejak Desember 2003.
Katalis terbaru adalah penurunan saham blue-chip China yang turun hingga 5% dan lonjakan suku bunga overnight untuk yuan di luar China hampir 40%, tertinggi sejak peluncuran pasar.
Morgan Stanley memperingatkan bahwa devaluasi yuan lebih lanjut bisa membuat harga minyak menjadi pada kisaran USSD20-USD25 per barel tahun ini.
"Fokusnya masih pada China dan kekhawatiran permintaan di China bergerak maju hingga 2016," kata Tony Headrick, seorang analis pasar energi di CHS Hedging LLC.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/1/2016), kontrak jangka panjang berjangka untuk 2017 dan seterusnya turun, karena beberapa produsen bergegas untuk melakukan lindung nilai.
Harga minyak mentah brent jatuh USD2,00 menjadi USD31,55 per barel, atau terendah sejak April 2004. Brent telah jatuh lebih dari 15% dalam enam hari berturut-turut atau kemerosotan terburuk dalam setahun.
Sementara, harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) jatuh hingga USD1,75 menjadi USD31,41 per barel, terendah sejak Desember 2003.
Katalis terbaru adalah penurunan saham blue-chip China yang turun hingga 5% dan lonjakan suku bunga overnight untuk yuan di luar China hampir 40%, tertinggi sejak peluncuran pasar.
Morgan Stanley memperingatkan bahwa devaluasi yuan lebih lanjut bisa membuat harga minyak menjadi pada kisaran USSD20-USD25 per barel tahun ini.
"Fokusnya masih pada China dan kekhawatiran permintaan di China bergerak maju hingga 2016," kata Tony Headrick, seorang analis pasar energi di CHS Hedging LLC.
(izz)
Lihat Juga :