RI Hati-hati dengan India Soal Perdagangan Bebas

Rabu, 13 Januari 2016 - 16:27 WIB
RI Hati-hati dengan...
RI Hati-hati dengan India Soal Perdagangan Bebas
A A A
JAKARTA - Pemerintah tengah menyusun dokumen penawaran kerja sama perjanjian perdagangan bebas ASEAN dengan enam negara yaitu China, Jepang, Korea, India, Australia, dan New Zealand. Seluruh negara anggota ASEAN lainnya telah mengajukan lebih dulu dokumen penawaran tersebut.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, permintaan untuk menyelesaikan dokumen tersebut telah dinyatakan sejak konferensi tingkat tinggi (KTT) pada ASEAN Summit beberapa waktu lalu.

"Memang semua negara ASEAN lain sudah memenuhi initial offer yang harus disampaikan tiap negara," katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Darmin berjanji segera menyelesaikan dokumen tersebut, karena pada dasarnya dokumen ini telah selesai. Namun, pemerintah masih menunggu beberapa hari untuk melihat perkembangan.

"Kita perlu menyelesaikan itu karena semua negara ASEAN lain sudah selesai, berarti dengan enam negara itu kita sudah punya perjanjian satu per satu terhadap negara itu," imbuh dia.

Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menambahkan, pada dasarnya dari dokumen yang diajukan keenam negara tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan Indonesia. Hanya saja pemerintah masih hati-hati menyepakati perjanjian dengan India.

"Karena ekonomi kita dengan India agak sejajar, persaingannya agak langsung. Tapi tadi sudah selesai semuanya, walaupun persisnya seperti apa penurunan dari bea masuknya supaya sama dengan semua negara ASEAN lain masih perlu beberapa hari untuk menyelesaikan," tandasnya.

Baca Juga:

Menperin: Kerja Sama Perdagangan Bebas RI-Jepang Merugikan

Soal Pasar Bebas, BKPM Tolak Pengaduan Langsung ke Arbitrase
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved